Hanya Mainan Bagimu!

1355 Words

Malam itu, setelah mandi, Hazel menunggu cukup lama. Sangat lama hingga rasa kantuk menyerangnya. Kenapa pria itu tidak juga kembali ke kamar? Pertanyaan itu berputar-putar di kepalanya, menimbulkan kecemasan yang aneh. Yang jelas dia merasa takut saja. Mungkin takut kalau tiba-tiba Diego berbuat yang membahayakannya atau…entahlah! Diego, nama itu memang sangat familiar tapi tetap saja asing di kehidupan Hazel. Hazel duduk di tepi sofa, punggungnya tegak, berusaha terjaga. Ia tidak berani tidur lebih dulu. Tidak di tempat ini. Tidak di kamar Diego. Namun tubuhnya menyerah lebih cepat dari pikirannya. Kelopak matanya terasa berat. Napasnya melambat. Dan tanpa sadar, Hazel meringkuk di atas sofa, menarik lututnya ke d**a, tertidur dalam posisi defensif—seperti seseorang yang terbiasa m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD