“Kamu hanya ingin bersenang-senang dengannya bukan?” Kalimat itu terus terngiang-ngiang di telinga Hazel, ‘aku harus memikirkan cara agar bisa pergi dari tempat Diego dan jauh darinya’ tekadnya dalam hati tapi hati kecilnya juga berkata ‘Bagaimana? Seluruh kota ini milik Diego, bahkan ayah kandungmu sendiri saja tidak mau menampungmu’ Hazel menggigit bibirnya getir, tiba-tiba tubuhnya terasa menggigil. Air matanya jatuh kembali. Dia merasa terjebak di dalam sebuah kotak sempit yang tak memiliki celah untuk bergerak. “Hazel apa kamu di dalam?” suara orang dari luar mengetuk pintu kamar mandi, Hazel langsung mencuci mukanya dan merapikan penampilannya. “Kenapa?” Hazel bertanya “Tuan Blake memanggilmu” jawabnya, dia adalah teman Hazel yang bergosip saat itu “Kamu…sama Tuan Blake sebena

