Sentuhan di Dalam Kantor

1023 Words

“Kamu pulang bersamaku!” perintah Diego, suaranya datar namun penuh keputusan, memotong suasana senja di ruang kerja yang hampir kosong. Hazel baru saja menutup laptopnya, jari-jarinya masih terasa lelah. Dia ingin membantah, ingin mengatakan dia ada janji lain—meski sebenarnya tidak ada. Tapi sebelum sepatah kata pun terucap, Diego sudah melangkah mendekat, pandangannya tajam seolah sudah membaca setiap gelombang penolakan di benak Hazel. “Aku ingin kita pergi ke suatu tempat,” ucap Diego, kali ini lebih rendah, tapi justru lebih tak terbantahkan. Hazel menelan air liur. Energi untuk melawan habis terkuras sejak perdebatan mereka di café tadi siang. Sekarang, yang tersisa hanya kelelahan dan semacam kepasrahan aneh yang membuatnya merasa lemah sekaligus… aman dengan cara yang salah. “M

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD