—--------------- Bab 45 —------------------------- Hati Yang Ruang Terkunci Suasana di dalam kabin mobil mewah Diego yang sedang meluncur lebih tegang daripada ruang interogasi. Udara terasa padat oleh amarah yang tak terucap dan kecemburuan yang mendidih. Cahaya lampu jalan yang sesekali menerobos jendela gelap menyorot raut Diego yang muram, garis rahangnya mengeras bagai dipahat dari batu es. Dia sendiri tidak tahu apakah kemarahannya ini cemburu atau hanya rasa kesal karena apa yang sudah dia claimed jadi miliknya harus dimiliki oleh orang lain. "Kau dekat dengan Ethan… sebelum kita bertemu?" suara Diego memecah keheningan, datar namun mengandung bahaya yang tersembunyi di setiap suku kata. Hazel menarik napas, berusaha menahan gejolak emosinya sendiri. "Aku sudah mengatakan padam

