Audisi Ruang Makan

1120 Words

Udara di ruang makan yang luas dan mewah itu terasa seperti kristal yang siap pecah. Hazel bisa merasakan mata setiap pelayan yang berusaha pura-pura tidak melihat, namun telinga mereka pasti menyala. Cassandra Vanguard tetap duduk dengan pose sempurna, penantiannya terasa seperti hukuman mati yang diperhalus. Pukulan itu nyata. Tunangan Diego. Kata-kata itu bergema di telinga Hazel, mengingatkannya pada kedatangan wanita ini tengah malam, pada gelak tawa sumbang Diego, dan pada posisinya yang sangat rendah di skema besar kehidupan pria itu. Tapi kali ini, rasa malu yang membara berubah menjadi sesuatu yang lain. Sebuah ketenangan aneh yang merayap masuk, menggantikan kepanikan. Dia teringat pada semua cara Diego mempermainkannya—dengan menggunakan ketakutannya. Dia melihat bagaimana

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD