Riska sampai melongo melihat jejeran makanan yang dihidangkan di atas meja, lelaki bertubuh berotot itu melepas apron yang ada di badannya, sejujurnya lelaki itu jadi tampak sedikit imut dengan apron polkadot yang tengah dipakainya. "Ayo dimakan," ujarnya mempersilahkan ramah sembari duduk di depan gadis itu. Gadis dengan rambut dicepol asal itu menelan ludah, bingung harus mulai makan yang mana saking banyaknya yang dihidangkan. "Ini beneran buat aku?" tanyanya sejujurnya masih ragu, masalahnya makanan yang kata lelaki itu sisa terlihat seperti makanan mewah yang sengaja dibuat sepenuh hati. Darel tersenyum geli mendapati respon lucu dari gadis itu, dengan telaten ia mengulurkan tangan membantu mengambilkan piring nasi dan lauk pauk, Riska mendelik sungkan tapi begitu melihat makanan d

