Part 58 Peneror

1059 Words

"Kak Riska!" Serena langsung berlari mencari keberadaan perempuan itu ketika pintu berhasil dibuka, tidak ada sahutan sama sekali meskipun ia terus berteriak, namun begitu sampai di ruang tamu teriakannya berubah menjadi jeritan nyaring. Melihat bangkai tikus dengan darah berceceran membuatnya mematung syok di tempat. "Kenapa Na?" suara Kakaknya terdengar dari telepon, ia menggigit bibirnya panik, menatap bangkai dan telepon bergantian secara gelisah. "A-ah itu kakiku cuma gak sengaja kepentok meja," ujarnya dengan keringat dingin. "Ck, hati-hati." Tak lama pandangannya tertuju pada kamar yang pintunya tertutup rapat, ia segera mendekat dan mencoba membukanya untungnya tidak dikunci, dan begitu masuk ia langsung melihat Riska sedang meringkuk di atas ranjang dengan selimut yang menut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD