31. KEKHAWATIRAN HESTIA

2267 Words

Hestia tertawa saat mendengar alasan yang diberikan Raven agar mereka pulang lebih awal. Sebatas ada rapat darurat. Sungguh konyol, pikir Hestia. Namun alasan itu memang yang paling bisa untuk mereka andalkan saat ini. “Pak Raven? Apa kau yakin tidak akan marah jika kau mencari laporan itu dan aku tidak bisa memberikannya padamu?” Hestia berkata, karena itulah yang akan menjadi fokusnya hari ini. “Juga, bagaimana tentang gajiku? Itu akan tetap lengkap. Bapak tahu aku punya banyak mulut yang harus diberi makan.” “Apa kau pikir aku akan mengabaikanmu?” Raven bertanya sambil menyalakan mobil. “Pak, barusan itu aku hanya bertanya loh. Seharusnya tidak ada yang salah dengan itu.” Sudut bibir Raven terangkat. “Tenang saja, Nona Coronel.” “Lihatlah baru saja kau memanggilku Nona Coronel.”

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD