40. KAU YANG PERTAMA

2656 Words

“Kalau begitu, kau akan menjadi seorang Ibu!” Raven menggoda, membuat wajah Hestia semakin menggelap. Hestia menampar Raven, membuat Raven tertawa semakin keras. “Aku benci kau!” “Kau begitu cepat memukulku! Seolah-olah aku tidak mau bertanggung jawab kalau kau hamil,” kata Raven, membuat pipi Hestia memerah. “Yah, bagaimana aku bisa tahu? Lagi pula, aku sudah bilang. Itu salahmu karena tidak mau keluar,” jawab Hestia kesal, lalu Raven memeluknya. “Jangan marah. Aku juga sudah lupa,” katanya sambil menepuk pundak Hestia. “Ayo kita pergi. Kita buat rencana B.” “Rencana B?” Hestia bertanya, tidak tahu apa yang dimaksud Raven. Raven mengangguk dan membantu Hestia berdiri. “Pil pencegah kehamilan, untuk memastikan kau tidak hamil. Ayo kita beli di apotek. Ayo, temani aku supaya kau bisa

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD