13. Klien Hestia, Nenek Raven

1670 Words

"Nek, aku ingin menanyakan sesuatu.” Raven menatap ke arah sang nenek dengan serius. “Kenapa kau serius seperti itu?” tanya nenenknya kemudian menyesap kopi. “Perusahaan menyediakan perumahan untuk karyawan ‘kan?” tanyanya, dijawab anggukan langsung oleh sang nenek. Raven sudah tahu jawaban dari pertanyaannya tapi dia butuh persetujuan dan bimbingan dari sang nenek. Lebih dari siapapun di keluarga, neneknya adalah orang yang berpengalaman dalam megurus perusahaan. Selama ini, mentornya adalah sang nenek sendiri. “Iya, benar. Perumahan disediakan untuk posisi manger, eksekutif dan dewan direksi,” jawabnya samar-samar. “Kalau tidak punya jabatan tinggi bagaimana? Apa aku bisa memberikannya insentif perumahan?” Alis neneknya terangkat. Wanita tua itu sedang memikirkan sesuatu sambil m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD