26. Kau Pikir Sudah Selesai?

1696 Words

Ciuman mereka cukup intens sampai membuat handuk yang melilit rambut Hestia terjatuh. Hestia menerima ciuman Raven tanpa ragu, membiarkan pria itu mengajarinya cara berciuman. Saat lidah Raven meminta izin untuk mencium lebih dalam, dia memberinya izin. Lidah Raven, bermain dengan cepat mencari bibir sang lawan. Mencumbunya dengan pelan, awalnya Hestia menegang tapi secara alami mengikuti irama yang dibuat oleh Raven padanya. Dia sangat cepat belajar, membuatnya semakin menginginkan lebih, ciuman yang tadinya lembut kini semakin memburu dan panas. Ciuman menjadi sangat intens, sentuhan ringan berubah menjadi penuh gairah membuat keduanya menjadi liar. “Uhm!” Erangan lembut lepas dari mulut Hestia saat Raven mulai menjelajah. Rasanya aneh tapi membuatnya ketagihan, dia tidak ingin lida

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD