Memandang Wajah Teduhmu

1181 Words

Ketika matahari berhasil masuk ke sela jendela, Damian terbangun lebih dulu dari Auris. Ia melirik ke sebelah dengan mata yang berat dan satu tangan yang masih tertimpa tubuh Auris, pegal namun ia menikmatinya. Damian lalu bergerak sedikit miring untuk memandang wajah teduh istrinya. Wajah cantiknya begitu tenang, pelan-pelan dan hati-hati Damian mencium pipinya agar tidak membangunkan, sekali lagi, lagi, dan lagi. Kemudian Auris pun tersenyum tipis dengan mata yang masih terpejam karena ia merasakan kecupan-kecupan ringan di pipinya. Mereka saling melempar senyum, satu tangan Damian yang terbebas kemudian turun untuk mengelus perut Auris lalu mengecupnya juga. "Morning my boy, wake up!" "Good morning Daddy," balas Auris mewakili bayi mereka dengan menirukan suara anak kecil. "Kita

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD