Ajeng menatap pria di depannya dengan senyum yang mungkin terlihat aneh karena sedikit dipaksakan, Ajeng sedang mencoba berdamai dengan masa lalunya. "Apa kabar Om?" Ajeng menyapa Gunawan dengan suara yang sangat menjijikkan. Suara yang Ajeng keluarkan terdengar bergetar, jujur saja semua kilasan tentang masa lalunya kembali menyapa begitu dia melihat wajah Gunawan. Wajah Gunawan memang sangat berbeda dari tiga tahun lalu, kerutan halus mulai terlihat di wajahnya yang terlihat masih menakutkan untuk Ajeng. Dia menarik napas pelan mencoba menetralkan degub jantungnya yang menggila. "Sudah aku duga, kalianlah dalang dibalik ini semua," suara berat Gunawan dengan tatapan matanya yang siap akan membunuh Ajeng dan Zio. Bahkan Zio sudah memeluk pingang Ajeng erat, memberikannya kekuatan. Ajen

