Bab 21

871 Words

Hari ini rumah Ajeng dan Zio kembali sepi seperti sediakala –awal mereka menikah- Mira dan Bian sudah resmi minggat –pindah- ke rumah mereka mulai dari tadi pagi. Ajeng yang sebenarnya tak rela harus melepas adik unyu-unyunya itu mau tak mau harus melepaskannya. "Sudah jangan cemberut terus, kasian dedeknya Bun," Zio membujuk Ajeng yang sedang duduk di ruang keluarga sambil menonton acara musik. "Lagian kaliankan masih bisa ketemu," tambah Zio. Kini tangan Zio sudah mengelus pelan perut Ajeng yang sudah terlihat agak berisi. "Tapi Mira kan kerja Yah, nanti susah ketemunya," Ajeng mengerucutkan bibirnya lucu. Zio bahkan harus menarik napas melihat tingkah istrinya yang setiap hari tambah manja. Seperti bukan Ajeng yang dia kenal. "Mira sudah resign Sayang. Jadi kalian punya banyak waktu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD