Merry masuk ke dalam rumahnya dengan memegangi kepalanya. Pikirannya terasa berat saat menerima berbagai penjelasan yang menurutnya di luar perkiraannya. Dilain sisi dia seneng banget karena Tuhan sudah mengabulkan doanya. Tuhan sudah mengirimkan kembali Franklin kepadanya. Tapi saat ini dia butuh waktu. Dia masih shock dengan kejadian yang tiba-tiba ini. Merry terduduk lemas di sofa dan menelungkupkan wajahnya berusaha menyembunyikan tangisannya yang sudah pecah. Dia mengusap wajahnya kasar karena dirinya sendiri tidak bisa menyampaikan ke Franklin betapa bersyukurnya Merry kali ini karena bisa melihat lelaki itu kembali. Tapi perasaan marah juga dirasakan Merry, entah kenapa dia marah karena Franklin pergi dari hidupnya. Walaupun mendengarkan penjelasan tadi tetap saja d**a Merry merasa

