Merry mengerutkan dahinya saat merasakan wajahnya dikecupi dengan brutal. Perlahan matanya terbuka dan kesadarannya langsung pulih melihat pemandangan di hadapannya ini. Dia baru saja bangun dan harus menerima perlakuan Franklin yang menurutnya menggelikan. "Hei udah bangun hmm." Merry mengerjapkan matanya sekali lagi. Dan benar saja kalau lelaki dihadapannya ini tengah menciumi wajahnya berulang kali. Pipi, mata, hidung, dahi dan terakhir bibir, semuanya sudah disentuh oleh bibir Franklin. Dan bukan hanya itu saja, Franklin memeluknya erat membuat Merry tidak bisa bergerak. "Ih berhenti, lo bau rokok ewh." Franklin tersenyum saat Merry menutupi wajahnya sendiri karena malu. Franklin hanya diam memandangi gadis yang ada dihadapannya ini. "Gimana kabar lo?" Merry menyingkirkan tangann
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


