Chapter 37

1355 Words

Part 37 Sudah cukup bagiku diam selama ini. Sekarang waktunya untuk membongkar semuanya! Dimas harus tahu. Walau aku harus Mati. Aku tak perduli. Ujar Mila sembari menutup kertas surat dari Dimas. *** Ayu dan Dimas diam di rumah setelah lulus dari pondok pesantren. Mereka hanya mengelola warisan orang tuanya. Warisan harta panas. Toko dan sawah, hampir seluruh sawah di desa adalah milik keluarga Dimas. Setiap selesai salat asar Ayu mengajar ngaji anak-anak desa. Sementara Dimas mengajar ngaji selepas magrib. Anak-anak yang saleh saleha, sayang orang tuanya terjebak dalam lubang hitam. Mila mulai membuat rencana, bagaimana membuat Dimas semakin tertarik kepadanya. Mila mengabaikan Dimas agar dia makin penasaran terhadapnya. Cuek dan tidak perduli adalah jurus yang Mila pakai. Lihat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD