Beberapa pasang kaki berlari menyusuri setiap sudut sekolah kanak-kanak Anson Star. Perasaan takut, khawatir dan bingung campur aduk menjadi satu menguasai pikiran sepuluh orang yang terus menyerukan nama gadis kecil yang tiba-tiba hilang tanpa ada yang mengetahui. “Kamu di mana, J,” lirih Jasmine sambil berjalan cepat mencari di luar sekolah bersama dengan Ari. Air mata yang sejak tadi sudah membasahi pipi tirusnya menjadi tanda ketakutan teramat besar ketika mendapati kabar dari sekolah bahwa Jessie putrinya dijemput oleh orang yang tidak dikenali. Mendengar itu, Jasmine yang sedang memasak pergi begitu saja dengan kedua asisten rumah nya, meninggalkan rumah begitu saja. Rasa lelah dan tubuh yang lemas tidak mematahkan semangat Jasmine untuk terus mencari di sekitar lingkungan sekolah t

