Senyuman bahagia terus terukir di bibir Jessie yang sejak tadi bermain dengan Jere dan sekarang berada di atas pangkuan pria yang ia panggil Papi. “Udah-udah. Nanti kamu capek ketawa terus.” Jere menghapus peluh di dahi Jessie dengan tangan nya, lalu mencium pipi gembul Jessie lembut. Jamal memberikan segelas air pada Jere untuk diberikan pada Jessie. “Ayo, minum pelan-pelan.” Jere mengarahkan gelas ke depan mulut Jessie. Perlahan ia meneguk air sesuai dengan permintaan Jere sampai menyisakan setengah gelas air. “Udah, Pi.” “Kamu mau makan?” tanya Jere memberikan kembali gelas pada Jamal. Jessie menggeleng. Ia meletakkan kepala nya dalam dekapan Jere, membuat pria muda itu tersenyum manis. “Dia capek, Nak,” ucap Jamal yang mengetahui setiap tingkah laku Jessie. “Padahal aku mau

