Jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Ari yang merasa sangat lelah setelah beberapa kali melakukan hubungan terlarang dengan Tasya terbangun ketika ponsel yang berada di sebelahnya berbunyi untuk kedua kalinya. Nomor Jasmine yang belum sempat Ari ganti nama nya membuat Ari refleks melihat ke arah Tasya yang sekarang sedang tidur membelakangi dirinya dengan tubuh yang hanya ditutupi oleh selimut membuat punggung mulus Tasya terlihat jelas oleh mata Ari. Dering telepon terhenti karena Ari tidak kunjung mengangkatnya. Di layar i Helaan napas terdengar lolos begitu saja dari mulut Ari sambil menatap langit-langit kamar bercat putih. Pergerakan dari Tasya yang ada di sebelahnya menarik perhatian Ari lagi untuk melihat gadis itu. Dengan mata tertutup, Tasya menggapai Ari dan memelu

