Yang Sebenarnya

457 Words

Setelah merasa lebih baik Tasya berlari keluar menuju kamar Ari yang berada di sebelah kamar nya. Tasya menggedor pintu beberapa kali, mata nya tidak fokus melihat lorong yang tampak sepi karena ketakutan mendominasi dirinya. “Ri.” Ia kembali menggedor pintu. Tampak Ari dengan pakaian lengkap menatap bingung wajah dan penampilan Tasya. “Kamu kenapa?” “Aku mau masuk boleh?” Ari menyamping untuk mempersilahkan Tasya “Ada apa?” Tasya masuk begitu saja tanpa menjawab pertanyaan Ari. Ia mengambil tempat duduk di pinggiran ranjang, kedua mata hanya fokus menatap lantai keramik berwarna putih. Ari berdiri di hadapan Tasya sambil menatap gadis itu. “Kamu kenapa tiba-tiba kayak gini?” “Janis datangin aku,” Tasya menjawab tanpa menatap Ari. “Maksud kamu?” Ari jongkok di hadapan Tasya menu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD