Tasya mengapit tangan Ari memasuki pemakaman yang sudah lama tidak ia kunjungi. Semerbak harum bunga-bunga yang ada mulai tercium oleh mereka bersamaan dengan tiupan angin sepoi-sepoi. Hanya satu malam mereka habiskan bersama dan sore ini keduanya memutuskan untuk kembali ke Jakarta. Sebenarnya keputusan itu diambil oleh Tasya yang mengatakan kalau sebuah panggilan pekerjaan masuk ke email pagi tadi meminta agar ia bisa datang untuk bekerja mulai besok. Ari yang ikut membaca mengikuti permintaan Tasya dan kembali memesan tiket kondisi itu yang membuat mereka memutuskan untuk ke makam saat matahari terasa sangat menyengat. Perasaan haru mulai terasa oleh Tasya saat mereka sampai di depan makam kecil bertuliskan ‘Lin Arison Sastronijo’ pada papan di sana yang merupakan putri kedua seorang A

