Jere memematikan sambungan telepon yang diserahkan Lion begitu saja saat melihat Jessie yang menangis histeris akibat jatuh sedang di gendong oleh Jamal untuk menenangkannya. “Sayang...” Jere memanggil Jessie dengan suara pelan karena tidak tega melihat wajah putri nya yang menangis histeris untuk pertama kali. Jere mengambil Jessie dari pelukan Jamal, bersamaan dengan itu Jamal berlari menjauh dari mereka mengambil kotak P3K yang berada di mobil. Jere mengelus punggung Jessie, menyatukan dahi nya dan Jessie sambil mengucapkan maaf atas kelalaiannya. Jere mengecu dahi Jessie yang tidak kunjung berhenti menangis karena menahan rasa sakit pada luka di kaki yang belum diketahui oleh Jere. “Nak hati-hati kaki, Jessie.” Hardik Jamal yang membuat Jere langsung melihat lutut Jessie berdarah.

