Sejak tadi Lion menunduk tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Tatapan tajam dari Ari membuatnya benar-benar takut mengangkat kepala. Kak Jere setan! Ia terus menggerutu dalam hati memaki Jere yang sedang enak-enakan di dalam mobil tanpa beban. Tapi sebenarnya Lion sangat senang karena pada akhirnya rencananya dengan Jere tidak ketahuan oleh siapapun. Lion tidak ingin kerja kerasnya selama ini bersama Jere berantakan hanya karena beberapa menit yang sebenarnya bukan apa-apa dibanding apa yang akan Jere dapatkan di masa depan. “Kapan kamu pulang?” tanya Jamal memecah keheningan di antara mereka. “Semalam sore, Yah.” “Kenapa nggak bilang Ayah?” “Mau kasih surprise.” “Terus maksud kamu jemput Jessie di sekolah apa?” Ari bertanya dengan nada biasa saja, tapi tatapannya mengintimidasi

