"Elena, masuk ke mobil sekarang!" Dante berteriak, kehilangan kendali atas citra tenangnya. Elena tidak bergerak. Ia menatap Andrew, mencari sisa-sisa kebenaran di mata pria itu. Ia mulai percaya pada apa yang dirasakan tubuhnya daripada apa yang tertulis di atas kertas kontrak Valerius. Selama dua tahun, Dante memberinya kemewahan, namun Andrew memberinya kehidupan melalui satu sentuhan yang menghidupkan kembali sel-sel ingatannya yang mati. "Kau ingat, bukan?" bisik Andrew. Matanya hanya tertuju pada Elena, mengabaikan kekacauan di sekitar mereka. "Tangan ini tidak pernah berbohong padamu." Elena mengangguk pelan, air mata mulai mengalir di pipinya. Ia mengingat rasa sakit kecelakaan itu, namun ia juga mengingat kehangatan tangan ini yang melindunginya tepat sebelum benturan ter

