“Tidurmu nyenyak?” tanyanya lagi yang dianggukan oleh Xena. Suster dan Dokter datang menemui mereka. Senyuman ramah pun mereka berikan, ia memeriksa infus dari Xena dan juga tangan yang dibalut perban. “Pagi saudari Xena.” Sapa menyanyikan Dokter. “Pagi, Dok.” Jawabnya ramah. “Ada keluhan?” Xena menggeleng kecil. “Nggak ada, Dok.” “Okeh, kalau begitu saya cek dulu ya detak jantung darahnya, ya." Xavier memerhatikan istri tercintanya yang sedang diperiksa oleh Dokter. Sungguh, memerhatikan wajah cantiknya saja sudah membuatnya mabuk kepayang. Ia benar-benar mencintai gadis ini, bukan untuk permainan seperti gadis-gadis lainnya yang dulu. Tapi kali ini, dia yakin pada dirinya sendiri, kalau Xena adalah yang terbaik untuknya. Dokter berbicara pada Suster dan melihat perkembangan kond

