“Diam sayang, kau tidak perlu menangis, kau hanya perlu mendesah dengan merdu.” Bisik Xavier dengan lembut tepat di telinga sang istri. Xena tak bisa menahan butiran bening itu lagi, ia sudah tak tahan dengan apa yang dilakukan oleh Xavier padanya. Sungguh, ini sama saja ia diperkosa oleh suaminya sendiri. Gadis cantik itu berusaha untuk berontak namun tidak bisa, kekuatan yang Xavier miliki lebih kuat darinya, hingga ia hanya bisa pasrah saat Xavier bermain dengan buah d**a miliknya. Suara isak tangisanya makinterdengar jelas, hingga membuat Xavier menghentikan aktivitasnya, perlahan ia melihat kearah wajah sang istri yang sudah di banjiri oleh air mata. Ia kembali mensejajarkan wajahnya dengan wajah cantik Xena dan mengusap lembut butiran bening itu yang terus mengalir di wajah cant

