"Yesterday is gone. Tomorrow has not yet come. We have only today. Let us begin." -Mother Teresa . . . Gema menghentikan laju motornya saat sampai di pekarangan rumah Amanda. Gadis yang duduk di boncengannya itu kemudian turun, melepas helm yang ia pakai dan memberikannya kepada Gema. Laki-laki itu kemudian tertawa kecil saat melihat rambut Amanda yang terurai sedikit berantakan. "Apaan ketawa?" "Rambut lo, tuh." Amanda mengerutkan dahinya, ia kemudian mencondongkan wajahnya ke arah kaca spion dan merapikan rambutnya. "Iya, ih. Tadi nggak bawa kunciran. Lo juga, sih... Nyetir ngebut-ngebut gitu. Serasa yang punya jalan aja!" "Biarin, biar kece." "Halah," Amanda mencibir, ia kemudian tertawa lagi. "Lo mau masuk dulu nggak?" Gema melirik ke dalam, pintu rumah Amanda tidak tertutup.

