Hari libur atau weekend di resort adalah hari yang hectic bagi staff resort ini. Pada weekend biasanya banyak tamu, occupation room semua type penginapan di resort itu selalu mendekati full, baik hotel, cottage dan villa. Hotel biasanya banyak dipesan untuk acara-acara corporate atau pemerintah yang melaksanakan event internal mereka dan terkadang sering juga untuk acara pernikahan. Area resort ini banyak diminati karena lokasinya yang strategis, di daerah pegunungan yang dikelilingi perkebunana teh, sungai dan lembah.
Awalnya resort ini hanya memiliki sekitar duapuluh cottage dan lapangan golf, tetapi dengan banyaknya peminat yang berkunjung ke daerah tersebut, akhirnya perusahaan benar-benar melakukan investasi besar dengan membangun satu hotel bintang empat dan menambah cottage serta villa. Saat ini hotel dua tower itu memilliki 400 kamar, cottage sudah berkembang menjadi tujuhpuluh unit serta memiliki limabelas villa. Aktifitas dan sarana yang ada di resort terdiri dari berbagai kegiatan indoor, outdoor seperti arung jeram, tea walk, trekking, berkuda, golf, atv adventure, flying fox, bouncing house dan trampolin, camping ground untuk kapasitas 150 orang, renang, spa dan banyak lainnya.
Seperti hari sabtu ini, ada dua organisasi yang mengadakan raker di hotel sedangkan di cottage ada reuni sebuah sekolah. Di area outdoor ada kegiatan camping sekolah menegah atas yang berlangsung selama tiga hari dua malam, sedangkan untuk golf biasanya di penuhi oleh member dari beberapa club golf yang kebanyakan dari kalangan pengusaha dan rekanan bisnis dari Will Agro Global Industries.
Di area restorant resort yang terdiri dari tiga gazebo besar dengan model open kitchen yang bisa menampung sekitar seratus limapuluh orang sekaligus, terlihat pengunjung mulai dari bayi, anak-anak, dewasa, orang tua duduk menikmati sarapan mereka, walau jam telah menunjukkan pukul sembilan lewat tetapi masih banyak yang sarapan pagi, umumnya di d******i oleh keluarga terlihat dari keriuhan anak-anak yang berlarian di area taman yang ada disekitar restoran sambil disuapi oleh orang tua atau pengasuh mereka. Di sudut lain di sekitar restorant terdapat deretan gazebo kecil-kecil yang mengitari tiga gazebo restoran tadi, gazebo kecil ini lebih banyak di isi oleh kelompok kecil atau perorangan untuk menikmati sarapan.
Di salah satu gazebo kecil tersebut terlihat dua orang pria yang sedang menikmati sarapan mereka, terlihat mereka sambil berbincang santai sambil sesekali tertawa lepas.
" Aku gak bisa bayangkan jika kemaren lo gak info kalau mau kesini, aku sudah pasti harus meladeni kemauan fans gilanya si bos itu, pusing dan lelah tahu, banyak maunya udah gitu picky banget orangnya. Tapi aku juga gak ngerti tuh...kok bisa gitu si bos anteng aja di gilai ama orang seperti itu, atau karena dia beruang kutub kali ya..jadinya mati rasa sama modelan begituan, kalau aku tuh...sudah langsung ku keluarkan mulut naga ku biar dia menjauh." begitulah gibahan dua orang pria ini, Andre dan Randi, dua anggota golf club Will Hill Golf Club yang hari ini bersepakat untuk staycation receh-receh di resort ini.
"Gue sih sebenarnya karena mau hunting aja kesini, biar ada teman, makanya gue ajakin lo kemarin. Tapi gue lupa..kalau lo itukan terkoneksi dengan rekan kerja lo yang gila itu...lalu gimana caranya lo bisa gak di ikutin dia sekarang Ran?"
"Dia tanya planning wekeend aku, kebetulan sebelum lo telpon itu aku udah bilang ke dia kalau aku mau ke acara keluarga ayahku di luar kota, jadinya dia gak nargetin aku buat jadi link nya dia untuk wara wiri ke si bos...sepertinya modus ini akan sering aku pake buat jauhin dia."
"Di kantor hub Jakarta itu apa dia doang ya yang handle untuk urusan partnership luar negeri?"
"Untuk saat ini sih dia doang Ndre...tapi kenyataannya semua urusan kemitraan luar negeri tetap saja di handle kantor pusat disini. Kalau aku cermati, dia itu gak lebih hanya sebagai simbol doang kerja dengan kita, basicnya dia kan orang komunikasi, dan dia gak bisa buat keputusan karena dia gak mampu melakukan analisa kebijakan guna membantu dirinya untuk make decisions, dan itu juga karena gak mau cari tahu atau ngeriset dulu..effortnya dia untuk action itu menyedihkan banget kalau tidak mau dibilang nihil. Yang aku tahu selama ini tim marketing yang banyak buat koneksi dengan pihak luar yang berujung dengan kerjasama pasar, jadi boleh dibilang kerjasama kita dengan luar itu mostly untuk kepentingan marketing, tetapi untuk partneship yang lebih komprehensif itu minim banget. Sementara kalau bos besar linknya kuat di negara nenek buyutnya doang."
"Dulu emang dia di promosikan di posisi itu Ran?"
"Aku gak tahu tuh kronologinya, kan aku juga baru ditugasi untuk hub Jakarta ini, tapi dari yang aku dengar sih...dia itu rekomendasi dari salah seorang pemegang saham utama satu setengah tahun yang lalu."
'Yah..problematik sih kalau punya mitra atau staff seperti itu, tapi apa gak ada review performance dari bos-bos lu Ran?"
" Sepertinya untuk case dia gak ada review-reviewan deh, lebih kepada....ya sudahlah...selagi dia gak berantakin atau keminter sendiri dengan kerjaannya...para bos-bos juga selow deh sepertinya. Walau sebenarnya untuk si bos dia gak pernah puas dengan apapun yang dikerjakan fans gilanya itu, dia sepertinya tunggu eurica moment untuk ngedepak nya dari posisinya sekarang."
"Gue tuh diminta si bos besar untuk temporary bantuin buat perencanaan next subsidiary, tapi belum tahu dalam bidang apa...gue berharap kalau jadi ntar...gue gak banyak harus berkolaborasi dengan pengganggu model begituan." ujar Andre sambil tertawa
'Berdoa aja lo Ndre, semoga terkabul.." sarkas Randi sambil tersenyum sinis pada Andre.
"Kalau nanti lo banyak beraktifitas disini, maka lo boleh sedikit tenang karena itu cewek gak suka vibes desa dan rural seperti disini, dia sukanya hedon di city with the limelight vibes, kalau kesini paling jika ada meeting yang wajib dihadiri oleh semua staff level manager baru tuh dia nongol." jelas Randi
Tiba-tiba dari jauh terlihat seseorang yang sedang membawa sarapannya berjalan keluar dari restoran, sepertinya sedang mencari tempat untuk duduk di sekitaran gazebo kecil. "Bro..bro...sini gabung!" teriak Andre kepada pria tersebut.
"Ngapain kalian disini?" si pria tampan dengan postur tinggi bak model itu mendekat sambil berkata kepada Andre dan Randi.
"Makan..sarapanlah...ngapain lagi lo lihat" jawab Andre
"Maksudku...kenapa kalian ada di resort hari ini, kan gak ada rencana main golf minggu ini?"
"Nah..itu dia, aku jadi ingat tadi lo bilang mau hunting, sejak kapan ada kegiatan hunting di resort ini Ndre..?" Randi langsung nyerobot bertanya ketika dia kembali ingat omongan Andre di awal tadi.
"Ooo..itu, emang bukan hunting binatang buruan sih...tapi ngeburu bidadari yang turun mandi buat gue umpetin selendangnya biar gak balik lagi ke langit..ha..ha..." tawa Andre sambil menjawab pertanyaan Randi.
"Gue peringatkan ya lo...jangan macam-macam lo disini, sebagai owner kawasan ini dan segala yang beraktifitas di dalamnya...gue ingatin lo..jangan lo praktekkan skill playboy cap capung lo itu disini ya!" kesal dan tegas seorang Kendratama merespon jawaban dan tujuan teman karibnya ini ada di resort tempatnya.
"Ha..ha..ha..easy bro..serius amat hidup lo." pungkas Andre melihat respons kaku Ken.
"Emang ada spek bidadari lo nemu disini, demit kali yang nyamar dan pengen kenal ama lo Ndre." ujar Randi sambi tertawa mencemooh.
"Ada...gue nemu beberapa waktu yang lalu...lo sih Ken..ngumpetin segitunya gak ajak-ajak teman, kenalin gitu ke kita,..atau jangan-jangan lo mau keep buat lo ya..?" ujar Andre
Kendratama menyipitkan matanya menatap curiga Andre mendengar omongan cowok tampan yang sedikit perlente ini, di luar kebiasaannya yang suka tebar pesona, Andre sejauh ini cukup picky memilih pasangan, selama berteman sejak masa kuliah dulu, cowok ini baru serius berpacaran dengan tiga orang saja dan semuanya berakhir dengan berbagai masalah. Jadi sekarang kalau dia sedang ada yang mau di dekatin, itu cukup mengganggu Ken, karena pasti gadis yang sedang di incar Andre ini sesuatu banget sehingga cowok ini mau wekeend gini sliweran di resort yang gak menarik sama sekali untuk hobby nya yang suka tebar pesona. Walau dia sebagi owner, tapi tentu tidak semua orang dia kenal dan hafal, dan lagi menurut Ken yang namanya cewek ya...gitu-gitu aja, banyak maunya lebih suka gunakan hati ketimbang kepalanya dan bagi Ken itu menyebalkan sekali, belum lagi type cewek penggoda seperti satu yang bercokol di perusahaannya saat ini.
"Pokoknya jangan bikin drama lo di teritory gue, gue peringatkan lo!" tegas Kendratama sekali lagi.
"He..he..tenang bos, gue cuma penasaran aja kok, kenapa bisa ada bidadari nyasar di tempat lo ini dan lo gak pernah sedikit pun mention tentang itu, atau lo malah gak tahu sama sekali? Parah lo...spek bidadari beredar di teritory lo, dan lo gak ngeh? lo masih normal kan jadi cowok?" Andre menghujani Ken dengan pertanyaan beruntun.
"Ndre, tadi lo bilang nemu, lah...kenapa lo masih hunting sekarang, lo gak langsung tangkap waktu pertama lo nemu itu bidadari?" tanya Randi penasaran sambil senyum mengejek.
"Gue kebetulan mau pulang waktu itu abis di minta sama om Teddy beberapa hari yang lalu buat ketemu beliau di kantor, gue gak sempat dekatin tuh cewek, secara dia buru-buru pergi, jadi gue penasaran buat tahu siapa tuh cewek." jawab Andre
"Staff kantor maksud lo?" tanya Randi terkejut
"Iya lah..wong dia pake uniform kalian kok..ishh..pria-pria tampan Will Agro Global Industries ini gak sensitive, lemot ya sensor kalian gak bisa ngedetect ada makhluk cantik disekitar kalian...hati-hati loh, kalau sampai member club tahu...beraatt, saingan kalian sejagat..ha..ha..ha" lagi-lagi Andre mengejek
"Ciri-cirinya gimana?" Randi semakin kepo
"Eitts...rahasia gue lah, kalian aja usaha cari tahu sendiri, ini gue aja bela-belain kesini buat cari tahu, kalian yang punya kuasa disini harusnya bisa usaha sendiri dong masak ngandalin tamu.." ejek Andre lagi
Randi yang mendengar jawaban Andre sekilas melirik Ken yang masih menghabiskan sarapannya, dia terlihat acuh seakan tidak tertarik dengan topik yang di bicarakan, tapi dari beberapa kali Randi melirik Kendaratama sejak tadi si tampan yang penampilannya adik beradik dengan aktor Chris Evans ini terlihat sesekali berhenti mengunyah dan ikut mendengar perkataan Andre.
"Yang pasti seperti yang Ken tadi tegaskan..no drama!..lo ingat itu, apalagi ini urusannya dengan staff, disini profesionalitas sangat di perhatikan, salah-salah bisa merugikan pihak yang terlibat masalah personal antar internal perusahaan." kembali Randi mengingatkan Andre.
Kendratama tersenyum samar mendengar Randi yang memperingatkan Andre tentang aturan dilingkungan perusahaan Will Agro Global Industries, terutama aturan interpersonal sesama staff, ia merasa gak salah menempatkan Randi sebagai sekretaris direksi dan komisaris, Randi punya dedikasi dan profesionalitas yang tinggi dalam menjalankan tugasnya.
'Tenang aja, gue saat ini gak berniat buat cari gebetan di Will Agro, gue hanya penasaran aja karena kebetulan melihat, itu aja..setidaknya untuk saat ini..he..he." sambut Andre sambil tertawa.
Randi kemudian beralih menatap Kendratama "Kita ke hub besok atau Senin?" Randi bertanya, mengingat tugasnya sebagai sekretaris CEO yang juga merangkap sebagai asisten. Kendratama sebagai CEO sangat alergi dengan sekretaris perempuan, makanya dia membuat aturan khusus untuk posisi sekretaris untuk level direksi dan komisaris.
"Senin aja habis makan siang, atau setelah selesai semua kerjaan disini." ucap Ken
"Oh... aku pikir seperti biasa..Senin pagi, Ok lah kalau gitu." ulas Randi dengan senyum penuh makna, ia merasa bos nya ini sebenarnya mulai tertrigger dengan topik percakapan mereka saat ini hanya saja dia tidak mau memperlihatkan keingintahuannya tersebut.
Kendratama yang dikenal orang banyak adalah seorang lelaki tampan yang banyak di gilai oleh banyak perempuan, dia memiliki segalanya, bibit, bebet, bobot, kekurangannya adalah angkuh, picky dan dingin, ya..dingin, itu sebabnya beberapa orang dekatnya menyebut dirinya dengan berbagai sebutan seperti beruang kutub, the giant es balok dan banyak sebutan lainnya yang menggambarkan betapa dingin dan kaku nya seorang Kendratama.
*********