Chapter 9

1753 Words
Sudah sejak dua hari ini Arimbi seharian di kebun bibit, ia sudah masuk kebun sejak pukul 5.00 pagi barengan dengan kelompok tani masuk ke kebun tapi lewat pintu yang berbeda, para petani masuk dari area parkir sedangkan Arimbi ke lobby dulu untuk menyiapkan peralatan yang akan digunakan seperti camera digital, beberapa box di dalam keranjang troley dan alat tulis. Dengan akses yang diberikan padanya ia bisa masuk langsung ke kebun begitu sampai di kantor lapangan itu, ia hanya memberitahu kehadirannya kepada 2 security yang berjaga lalu menitipkan tas peralatannya di lobby kepada security lalu langsung jalan ke area kebun melalui hall belakang yang menghubungkan area gedung dengan pintu kebun yang hanya bisa di akses dengan menggunakan pass code. Karena masih cukup gelap membuat Arimbi tidak naik ke ruangan staff di lantai atas. Hari pertama di kebun, Arimbi akan mengerjakan pengambilan sample tanaman bibit sesuai jenis atau variantnya lalu menyimpan nya ke dalam box saringan yang di letakan di keranjang troley. Pengambilan sample dilakukan dalam dua fase yaitu pada waktu belum muncul sinar matahari lalu fase berikutnya setelah matahari naik sekitar jam 7 dan jam 8. Setelah mengambil sample tanaman, sample itu akan di bagi dalam beberapa perlakuan sebelum di diamkan untuk masuk proses oksidasi yang dibedakan berdasarkan lama waktunya. Di hari kedua ini Arimbi kemudian akan melakukan pendokumentasian area kebun mulai dari tanamannya, tanah, drainage dan semua hal temuan yang di lihatnya, untuk itu Arimbi akan berkeliling membawa camera dan keranjang troley yang berisi beberapa plastik dan sendok pengaduk tanah karena Arimbi juga harus mengambil sample tanah di setiap area slope atau lereng atau pun yang landai dari area tanam kebun bibit ini. Karena hari ini hari Sabtu, tidak banyak orang di kantor kebun ini, hanya ada security saja sejak jam 7 tadi dan petanipun hanya membersihkan rumput di sela-sela tanaman induk yang area tanamnya ada di bagian ujung kebun bibit ini sehingga di area persemaian ini sepi tidak ada aktifitas orang selain Arimbi seorang. Ketika sedang mengambil foto akar dan tanah bibit teh, Arimbi mendengar seperti langkah sepatu orang sedang berlari dari kejauhan, lama-lama bunyi itu semakin mendekat. Arimbi mulai waspada dan berdiri dari jongkoknya untuk melihat sekitar, karena setahu dirinya tidak ada aktifitas disekitar area ini ditambah lagi ini hari Sabtu yang staff dan kantor libur dan yang membuat jantung Arimbi berdetak kencang adalah itu suara langkah orang berlari...kenapa ada orang berlari di area ini...apakah ada terjadi sesuatu hal? Arimbi segera menarik troley nya untuk beranjak dari lokasi itu, ia berjalan dengan terburu-buru dan mulai ketakutan karena tempat itu sepi sehingga tidak ada yang bisa menolongnya jika terjadi sesuatu. Ketika akan melintasi blok 10 yang berdekatan dengan batas area kebun dengan area luar kebun tiba-tiba Arimbi hampir bertabrakan dengan seseorang...seorang pria tepatnya setelah Arimbi berhenti dan melangkah mundur beberapa langkah dari pria tersebut. "Aa..nda siapa? kenapa masuk ke area ini....mau apa disini? Arimbi membombardir pria tersebut dengan pertanyaan. Pria yang di depannya ini menggunakan jongging outfit plus topi yang menutupi kepalanya sehingga wajahnya tidak terlihat jelas hanya rahangnya yang kokoh dan ditumbuhi rambut-rambut halus, yang pasti perawakannya tinggi dengan tubuh atletis serta kulit yang putih. Bukannya menjawab Arimbi, pria itu malah menatap intens tidak berkedip kearahnya. "Ini area terbatas, bukan untuk umum, kenapa anda ada disini?" kembali Arimbi bertanya kepada pria yang masih menatapnya tidak berkedip. "Pintu di depan terbuka dan tidak ada peringatan dilarang masuk di area ini...why not!" pria tersebut berkata dengan suaranya yang sedikit berat dan renyah terdengar di telinga Arimbi, lalu dengan tersenyum sinis dia kembali melanjutkan berlari kearah selatan, menjauh dari pintu masuk area kebun bibit ini dimana dia tadi datang. "Hei!"...anda gak bisa masuk kesana, anda harus kembali ke pintu masuk tadi untuk keluar." teriak Arimbi mencoba memanggil pria tadi yang sudah berlari masuk semakin jauh ke area kebun. Pria tersebut tidak menghiraukan teriakan Arimbi dan semakin jauh berlari dan menghilang dibalik beberapa pohon pelindung yang ada di kebun ini. "Aduh...gimana ini, aku harus kembali ke depan dulu cari security." Arimbi mengeluh sambil menarik troley nya dan berjalan kearah pintu masuk kebun bibit ini. Sesampai di dekat pintu kebun, ternyata Arimbi menemukan pintu itu tertutup tidak seperti yang di katakan oleh pria tadi. Ketika Arimbi mencari security ternyata tidak ada seorangpun yang ditemuinya di area lobby, setelah mencari beberapa saat, datanglah seorang security dengan sepeda motor, ternyata si bapak security baru kembali dari kantor pusat untuk mengantar temannya melaporkan invoice pengiriman barang logistik yang tertinggal di pos jaga. "Pak, tolong lihatin pak...tadi ada orang masuk ke kebun ini tapi saya suruh untuk keluar dia malah lari masuk semakin jauh ke dalam kebun, laki-laki pake topi pak, tolong ya pak." lapor Arimbi kepada security yang sudah ada di hadapannya. "Ibu lihat langsung orang nya?" tanya security yang di bajunya tertulis nama Didin. "Iya pak, tadi saya sedang ambil sample daun teh, lalu kedenganran orang berlari, setelah saya hampir bertabrakan dengan orang itu dia malah lari semakin jauh ke arah dalam kebun, saya sudah teriakin dia supaya balik keluar lagi tapi dia sudah jauh berlari dan menghilang di sela-sela pohon besar yang ada di arah selatan kebun ini pak." jawab Arimbi "Kok bisa masuk ya?" security itu berkata sambil terlihat berfikir keras. "Maaf pak, tadi sepertinya saya lupa mengunci pintu kebun itu sehingga dia bisa masuk, karena tadi saya bawa banyak peralatan dan juga bawa troley sehingga mungkin saya gak tahu kalau saya belum menutup dan mengunci kembali pintu itu ketika sudah masuk ke dalam kebun bibit, itupun pria tadi yang bilang kalau pintunya tidak di kunci ketika dia saya tanya kenapa dia bisa masuk ke area kebun ini." jelas Arimbi. "Ibu ingat rupa orangnya?" tanya pak security. "Saya lihat orangnya pak, tapi raut wajahnya gak jelas terlihat karena dia pake topi, dia pake pakaian olahraga gitu pak...dan juga pakai headset jadinya saya benar-benar gak ngenalin wajahnya, ditambah lagi tadi posisi dia berdiri ngebelakangin matahari, sehingga saya agak silau gitu ngelihat ke arah dia pak." terang Arimbi kepada bapak security itu. "Baik bu, ibu tunggu disini dulu ya, jangan masuk kebun dulu, saya akan sisir area kebun untuk cari orang tersebut, sebentar lagi teman saya kembali dari kantor pusat, jadi ada yang jaga disini." ucap security itu. "Baik pak, saya duduk di lounge lobby di dalam aja pak." jawab Arimbi. " Boleh bu, sebentar saya nyalakan AC ruanganya dulu ya." security itu masuk keruangan lobby dan menyalakan AC dan lampu setelah itu dia keluar dan mempersilahkan Arimbi untuk masuk sambil berpesan utnuk mengunci pintu ruangan tersebut dari dalam guna keamanan Arimbi. Lima menit setelah security yang bernama Didin itu pergi masuk ke kebun, temannya datang diantar dengan sepeda motor oleh security dari kantor pusat, Arimbi bisa melihat kedatangannya dari balik kaca lobby. Setelah masuk ke pos jaga terlihat security yang baru datang itu berjalan kearah kebun, sepertinya dia sudah di info oleh rekannya pak Didin yang tadi sedang memeriksa area kebun. Setelah hampir satu jam, dua orang security tersebut sudah kembali dan mengetuk pintu lobby. Arimbi membuka pintu untuk mempersilahkan bapak-bapak security tersebut masuk. "Bu Ari, setelah kami berdua menyisir area kebun dari mulai pintu masuk sampai ke ujung selatan dimana batas kebun dengan area non bibit, kami tidak melihat ada tanda-tanda penyusup yang bersembunyi di area kita, kami juga sudah cek sampai dahan-dahan pohon pelindung mana tahu dia naik ke atas pohon...hasilnya nihil bu, tidak ditemukan adanya tanda maupun jejak ada orang di area kebun bibit, sedangkan para petani sudah tidak ada di kebun, mereka sudah selesai bekerja merapikan rumput." penjelasan pak security Didin. "Selain itu, semua pintu akses keluar masuk yang terdiri dari tiga pintu, semuanya dalam keadaan terkunci dan dalam keadaan baik tidak ada tanda pengrusakan sama sekali bu.." sambung security yang baru datang tadi yang bernama Darmin. 'Artinya orang tadi sudah tidak berada di dalam area kebun ini lagi ya pak,...dia sudah keluar ya pak?" tanya Arimbi memastikan "Betul bu...sudah aman." sahut pak Darmin "Kalau menurut analisa saya bu...orang itu mungkin masih staff atau karyawan perkebunan ini juga, karena dia bisa masuk dengan leluasa, betul dia masuk dari pintu depan karena pintunya tidak tertutup sempurna, tetapi dia akan kesulitan untuk keluar di dua pintu lainnya jika dia tidak punya akses code pintu kebun ini, ditambah lagi tadi ibu bilang dia pakai baju olahraga, pasti orang itu jogging dan melintas di kebun ini karena kalau arah larinya ke selatan berarti itu menuju ke arah resort sana bu..kalau mau cepat sampai ke resort lebih cepat memang kalau melintas ke dalam kebun bibit ini, syukurnya gak banyak yang tahu tentang jalan pintas ini." jelas pak Didin sambil tertawa "Betul juga Din perkiraanmu." sahut pak Darmin "Kalau mau jogging ke resort setidaknya harus menempuh jarak 4 kilometer, tapi kalau melintas di dalam kebun bibit ini hanya menempuh 3 kilometer saja jadi lebih cepat sampai dan lebih menikmati karena melewati kebun teh dan pohon-pohon yang hijau-hijau, mungkin itu yang dilakukan orang tersebut, artinya dia tahu dan hafal betul wilayah resort dan kebun ini." sambung pak Darmin "Yang bikin penasaran sekarang adalah siapa orang itu, karena staff kebun bibit ini kan hanya orang AIP saja, setahu saya hanya orang AIP yang bisa keluar masuk dan punya pas code selain kami security." jelas pak Darmin lagi. "Saya sama sekali tidak punya gambaran yang pasti tentang orang tersebut pak, selain saya gak jelas lihat wajahnya, saya juga belum hafal wajah semua staff AIP, apalagi kalau gak pake seragam kerja."jawab Arimbi. "Kalau betul orang itu staff atau karyawan kebun...adduhh malunya saya pak, karena tadi dia seperti menyindir saya ketika bilang pintu yang terbuka tidak dikunci waktu saya teriakin dia menyuruh dia keluar dari kebun ini." ulas Arimbi sambil menutup wajahnya dengan kedua tanggannya Duo bapak security ini tertawa melihat kegalauan Arimbi terhadap insiden di kebun bibit tadi "Kalau nanti ketemu orangnya tinggal minta maaf aja bu.." sahut pak Didin sambil ketawa. Arimbi bekerja sampai lewat jam dua siang, setelah itu ia sudah di jemput oleh Bayu anak pak Wito untuk pulang, Arimbi sebenarnya ingin jalan kaki pulang ketempat pak Wito karena lebih dekat dari kantor kebun ini yang hanya berjarak kurang 2 kilometer saja, tetapi mengingat karena dia membawa banyak peralatan sehingga akhirnya ia minta tolong anak pak Wito untuk menjemputnya. Hari ini anggota kelompok tani yang tinggal di tempat pak Wito semua pada pulang ke desa mereka karena besok mereka tidak bekerja, sehingga rumah itu menjadi sepi hanya Arimbi seorang yang tinggal. Setelah hampir seminggu lebih bergabung dengan petani itu dirumah kontrakan pak Wito ini, Arimbi merasa kesepian karena tiba-tiba mendadak sepi tidak ramai seperti biasanya, untungnya ada pekerjaan yang harus ia selesaikan sehingga tidak terasa akhir pekannya terlewati juga. *********
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD