BAB 23

1112 Words

"Kamu ngomong apa, sih, Bi, udah ah." Azara langsung mengambil sumpit dan mulai makan. "Kamu enggak konsisten dengan apa yang kamu katakan, Za." Azara seketika berhenti mengunyah, matanya langsung tertuju kembali ke arah Bintang. Tidak ada ekspresi khusus, laki-laki itu hanya diam, tidak ada guratan tegang seperti ketika ia mencengkram kerah baju Xiar, dia seolah tidak melakukan apa-apa, padahal jelas-jelas dia baru saja mengatakan sebuah kalimat yang bisa menjadi sumber awal pertengkaran. "Enggak konsisten gimana? Kamu ini semakin ngelantur aja deh, Bi, udah mending sekarang kita makan. Aku enggak mau telat ke kelas." "Kamu enggak suka tempat ini, ya? Padahal, aku udah membayangkan senyuman kamu ketika datang ke sini." Kali ini Azara langsung melepaskan sumpit yang sebelumnya ia pega

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD