BAB 22

1070 Words

Suasana menjadi canggung setelah Bintang mengatakan kalau dia sudah di-setting menjadi anak yang sempurna. Azara sok sibuk memainkan handphone, sementara Bintang diam saja sambil melihat danau buatan yang letaknya di samping ia, hanya terhalang pagar kecil saja. Suasana di rumah makan ini benar-benar berbeda dengan suasana di luar. Ketika masuk ke dalam, segala panas, polusi, berisik, melebur menjadi kenyamanan. Tidak banyak yang datang ke rumah makan ini, hanya segelintir orang dengan pakaian formal dan beberapa orang yang terlihat berada. Sebenarnya Bintang tahu kalau harga makanan di tempat ini tidak cocok untuk mereka, bahkan pelayan pun terlihat shock saat mereka masuk, terlebih mereka masih mengenakan pakaian sekolah. Namun, segalanya sudah ia pertimbangkan sejak pertama kali ia mel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD