"kayvan kenapa pih?"tanya Kayla saat mereka sampai di rumah.
"Dia habis nyelametin gebetannya."jawab Vano.
"Terus gimana?"tanya Kayla penasaran.
"Anak kita hebat walaupun bonyok."ucap Vano tersenyum.
"Tapi Kayvan yang penting tetep ganteng."balas Kayvan.
"Iya loe ganteng, udah sana istirahat besok sekolah."perintah Kayla.
"Mih sekarang aja udah jam empat pagi, Kayvan besok bolos aja ya."pinta Kayvan.
"Terus kalau loe bolos gak bisa liat gebetan loe dong."ucap papih Vano.
"Oh ya..cuss tidurrr..."Kayvan masuk ke kamarnya.
"Obatin lukanya."perintah Vano ke Kayla untuk mengobati luka Kayvan.
Kayla pun mengambil kotak p3k dan membawanya ke kamar Kayvan yang sudah tertidur pulas.
"Cepet banget udah tidur."gumam Kayla sambil mengobati luka-lukanya.
*******
"Pagi mih,pih."Kayvan turun dan ikut sarapan.
"Semangat banget."mamih Kayla memicingkan mata.
"Iya dong mih, kan mau ketemu Risa."balas Kayvan sambil senyum-senyum.
"Ya udah cepet sarapan terus berangkat."ucap papih Vano.
"Siaap bos."Kayvan pun segera memakan sarapanya dan pergi kesekolah.
Setibanya Kayvan di sekolah.
Banyak siswa yang balik lagi.
"Loh kok pada balik lagi?"gumam Kayvan.
Kayvan pun turun dari mobilnya.
"Heh..kok pada balik lagi?"tanya Kayvan ke salah satu siswa.
"Libur bro."jawab orang itu sambil berlalu pergi.
"Tau gitu gue lanjut tidur deh."ucap Kayvan dalam hati.
Saat mau masuk mobilnya lagi, kayvan melihat Clarissa dan Deril.
"Woii bocah songong, sini loe."panggil Deril saat melihat Kayvan yang sedang melihat ke arah mereka juga.
Kayvan pun mendekat.
"Nama gue Kayvan Altair yang ganteng sejagat raya bukan bocah songong."ucap Kayvan saat tiba di hadapan mereka.
"Terserah gue, loe lebih cocok dengan sebutan bocah songong."balas Deril mengejek.
"Loe iri sama gue kan??ngaku aja deh loe makanya sirik."ucap Kayvan.
"Sorry ya gue sirik sama loe, gak level,"balas Deril.
"Terus maksud loe manggil gue ke sini apa?"tanya Kayvan.
"Gue cuma salut loe berani nglawan Nathan."ucap Deril.
"Berati sekarang loe udah akuin kalau gue itu lebih keren,lebih pemberani dan lebih jago dari loe gitu dan satu lagi lebih ganteng."ucap Kayvan sambil menyisir jambulnya dengan jari.
"PD banget loe."sinis Deril.
Clarissa hanya tersenyum melihat kelakuan Kayvan dan Deril.
"Oya itu kemarin yang bantu kita gengster mana?keren dan jago banget!atau mereka mafia? kok loe yang alay bisa kenal mereka."tanya Deril penasaran.
"Enak aja gengster apalagi mafia, itu papih gue yang bule sama uncle gue,"ucap Kayvan.
"Yang bule itu bokap loe?kok cakepan and keren bokap loe sih?"Deril terkekeh.
"Gue juga cakep, liat dong muka gue, iya kan ris."Kayvan menaik turunkan alisnya.
Risa hanya tertawa.
"Dih.m gak cocok banget, bokap keren,cool,jago berantem dan mungkin badboy tapi anaknya crewet,songong alay lagi kalau gue jadi bokap loe, udah gue buang loe ke laut."ujar Deril.
"Gue punya bokap kaya loe? sorry sorry to say, mendingan gue masuk lagi ke perut mamih gue."ucap Kayvan.
Clarisa tertawa terbahak dengan kekocakan mereka berdua.
"Udah dong, perut gue sakit, ketawa mulu."ucap Clarissa.
"Gak papa loe ketawa terus, loe cantik kalau lagi ketawa."ujar Kayvan.
Membuat Risa pun tersipu malu.
"Gombal loe basi."cibir Deril.
Kayvayn pun pergi dan memetik bunga teratai di kolam sekolah.
"Mau apa tuh anak?"ucap Deril.
"Mana gue tau."Risa juga bingung.
Kayvan kembali ke hadapan mereka dan berlutut di depan Clarissa.
Calarisa dan Deril hanya menatap Kayvan bingung.
"Clarissa mau gak, loe jadi cewek gue?"ucap Kayvan sambil memberikan bunga teratai yang ia petik tadi di kolam.
Carissa terkejut dan hanya bisa diam tak menduga Kayvan akan menembaknya.
"Jangan lama-lama dong mikirnya, pegel neh, kaki gue juga sakit nih."ucap Kayvan.
"Loe nembak cewek gak romantis amat."Deril terbahak.
"Loe diem, ayo ris jawab dong. gue serius suer."ucap Kayvan.
"Maaf gue gak bisa."jawab Clarissa sedih.
"Hmm ok dech gak papa, gue tunggu loe sampai loe mau dan loe harus tetep terima bunga teratai ini walaupun loe nolak gue, kan ngambilnya susah..kalo gw kecebur tadi..kan gak lucu."ucap Kayvan terkekeh.
Clarissa pun menerima bunga itu.
Dasar orang aneh, bocah songong."ucap Deril gemas.
"Ayo Deril kita pulang."Risa menarik tangan Deril untuk segera pergi dari hadapan Kayvan.
Mereka pun pergi meninggalkan Kayvan sendiri.
Kayvan hanya memandangi kepergiannya mereka.
Saat di jalan Deril menghentikan motornya di sebuah taman.
Menangislah."ucap Deril duduk di bnagku taman dengan Clarissa.
Clarissa menangis di pelukan Deril.
"Apa loe juga cinta sama bocah songong itu?"tanya Deril.
Namun Clarissa bungkam tak menjawab pertanyaan Deril.
"RI,jawab gue."ucap Deril.
"Gak gue gak cinta dia."jawab Clarissa sambil menunduk.
"Loe gak bisa bohongin gue ris, gue udah kenal loe dari kecil, gue sahabat loe ris."ucap Deril lagi.
"Loe tau kan ril,bagaimana gue dan kehidupan gue."lirih clarissa sendu.
"Gue tau ris tapi gak seharusnya loe nutup diri loe dan bersikap ice girl seperti itu."ujar Deril.
"Karena gue gak punya pilihan, gue juga gak punya harapan dan gak mau buat orang berharap ma gue."jelas Risa.
"Semua gara-gara si b******k Nathan."geram Deril.
"Percuma loe marah-marah dan maki dia,semua gak kan merubah apa yang telah terjadi."Clarissa meneteskan air matanya lagi.
"Tenang lah, gue akan selalu ada buat loe."Deril menghapus air mata Clarissa.
Mereka pun terdiam hanyut dalam pkkiranya masing masing.
*******
"Kok udah pulang."tanya Kayla melihat Kayvan.
"Libur mih."jawab Kayvan singkat.
"Ada apa?biasanya teriak-triak kalau pulang dan kenapa mukanya di tekuk gitu heum?"tanya mamih Kayla.
"Gue habis di tolak mih."jawab Kayvan.
"Di tolak itu biasa, yang luar biasa itu loe udah di tolak tapi masih tetep jagain dan lindungi dia walapun loe gak sama dia."ucap mamih Kayla sambil memeluk Kayvan.
"Tapi dia juga udah punya cowok mih, apa Kayvan bisa?"tanya Kayvan ragu.
"Pasti bisa nak, papih loe dulu juga gitu, papih terus lindungi dan jagain mamih walaupun kita gak bersama, papih juga tetep setia nunggu mamih walapun mamih pacaran sama orang lain."jelas mamih Kayla.
"Kalau gitu, Kayvan mau kaya papih, setia nunggu, menjaga dan lindungin Clarissa."ucap Kayvan mantap.
"Nah gitu dong, anak mamih kan percaya diri dan PDnya juga tinggi."mamih Kayla terkekeh dan mengelus rambut Kayvan dengan sayang.
"Makasih mih, Kayvan sayang mamih and papih."ucap Kayvan.
"Tetap lah menjadi Kayvan yang apa adanya, gak usah berusaha menjadi orang lain untuk mendapatkan cewek idaman loe."pinta mamih Kayla.
"Pasti mih, kayvan kan udah ganteng bin cakep baik hati dan tidak sombong lagi, jadi gak perlu buat jadi orang lain."ucap Kayvan sambil tertawa.
"Dasar...."mamih Kayla gemas.
Mereka pun tertawa bersama.