6. Jatuh Cinta

906 Words
Saat tengah malam ponsel Kayvan terus berbunyi. "Hallo."jawab Kayvan masih memejamkan mata. "Heh loe anak songong,cepet bantu gue."ucap penelfon itu. "Loe sapa?gak punya jam yah?ini dah malam."balas Kayvan masih ngantuk. "Gue deril,buruan loe kesini, Clarissa dalam bahaya."ucap Deril. "Clarissa."mendengar nama itu Kayvan langsung bangun seratus persen. "Iya, risa dalam bahaya, cepet loe dateng bantuin gue nyelametin dia."perintah Deril. "Loe dimana?"tanya Kayvan sambil siap-siap bangun mengambil jaket dan kunci mobilnya. "Di club malam star, cepat."Deril pun mematikan telfonya. Kayvan langsung bergegas pergi menuju club malam itu, yang terdengar gak asing bagi Kayvan. "Pih bangun,seperti ada suara mobi pergi pih."ucap Kayla membangunkan Vano. "Ada apa?"tanya Vano. "Seperti ada suara mobil pergi pih."Kayla beranjak bangun. "Ini jam satu malam,siapa yang pergi?coba kita cek kamar Kayvan."Vano dan Kayla ke kamar Kayvan yang terbuka lebar. Kayla mencari Kayvan namun gak nemuin Kayvan. "Kemana anak itu, tengah malam begini."ujar Vano. "Gak tau, dia gak pernah keluar malam sama sekali melebihi jam sepuluh."ucap Kayla. Kayla dan Vano mencoba menelfon Kayvan namun tidak di angkat sama sekali. Kayvan sampai di club malam itu dan melihat Deril yang sudah babak belur. "Loe kenapa?"tanya Kayvan membantu Deril bangun. "Cepat loe masuk tolongin risa,dia di bawa ke kamar nomer 305 cepat."seru Deril. "Tapi loe gimana?"tanya Kayvan. "Udah loe gak usah urusin gue, cepat pergi sebelum terlambat."teriak Deril. Kayvayn pun berlari masuk club malam itu dan mencari kamar yang di maksud Deril. Namun belum juga di temukan membuat kayvan hampir frustasi. "Kayvan apa yang loe lakuin di sini?"tanya uncle Sam saat melihat Kayvan. "Uncle tolong Kayvan, di mana kamar nomor 305."ucap Kayvan khawatir. "Memang ada apa?"tanya uncle Sam lagi. "Gebetan Kayvan di bawa ke sana uncle, ayo tolongin." "Ayo uncle tunjukin."Sam mengantar Kayvan ke kamar yang Kayvan maksud Sesampai di sana Kayvan menggedor-gedor pintu itu seperti kesetanan. "Siapa yang berani ganggu."triak om-om saat membuka pintu. "Dimana risa?"tanya Kayvan emosi. "Siapa loe?"om itu mendorong Kayvan. "Gak penting siapa gue."Kayvan meringsak masuk. "Keluar loe."om itu menghalangi Kayvan. Namum Kayvan tetap masuk kedalam. Di dalam risa sedang nangis sesenggukan. "Risa."Kayvan langsung memeluk Risa. Clarissa pun menangis semakin menjadi-jadi. Om-om itu pun pergi.Dan tak lama Nathan datang. "Lepaskan dia."Nathan masuk dengan anak buahnya. "Gak akan."ucap Kayvan. "Loebberani sama gue?"bentak Nathan. "Gue gak pernah takut."balas Kayvan. "Hajar dia."perintah Nathan ke anak buahnya. "Uncle bawa risa pergi."ucap Kayvan. "Terus loe gimana?"uncle Sam khawatir. "Gue pasti baik-baik aja."ucap Kayvan meyakinkan. Akhirnya Sam pun menggendong Risa pergi dari sana. Kayvan melawan anak buah Nathan sendirian dan ini pertama kalinya Kayvan berkelahi. Kayvan kewalahan satu lawan lima. Deril pun masuk dan membantu kayvan di susul dengan uncel Tama dan Restu yang baru saja datang ke club. Kali ini Kayvan pun berhadapan dengan Nathan. "Lo cari mati khak?"bentak Nathan sambil menyerang Kayvan membabi buta. "Gue gak takut."balas Kayvan. Kayvan terjatuh dan Nathan pun menginjak perut Kayvan sampai memutahkan darah. "Kayvan."teriak Vano, sambil memukul Nathan sampai tersungkur saat melihat anaknya yang terluka parah. "No biar Kayvan yang hadapi dia."ucap Kayvan sambil berusaha berdiri. "Biar papih yang habisi dia."geram Vano. "Gak pih,ini urusan Kayvan."Kayvan menyerang balik Nathan sampai Nathan kewalahan apa lagi anak buahnya sudah kalah semua. "Awas loe urusan kita belum selesai."ancam Nathan sambil bergegas pergi dari sana. "Loe gak papa nak?"tanya papih Vano khawatir. "Gue gak papa pih, dimana uncle Sam?"tanya Kayvan. "Uncle Sam bawa gadis itu ke ruangannya."jawab papih Vano. "Ayo ke sana pih."Kayvan dan yang lainya pun pergi menuju ruangan Sam. "Uncle Sam bagaimana dengan risa?"tanya Kayvan saat melihat Sam keluar dari ruanganya. "Dia pingsan, mungkin karena shock tapi sebentar lagi pasti bangun."jawab uncle Sam. Kayvan masuk ke dalam.Dan yang lain menunggu di luar. "Clarissa, apa yang terjadi padamu?"gumam Kayvan. Kayvan merapihkan selimut yang membalut tubuh Clarissa. Kayvan terkejut karna banyak terdapat luka cambukan di tubuh risa..semua terlihat karna risa mengenakan mini dress yang sangat ketat hampir mengekspose seluruh tubuhnya. Clarisa tersadar."gue di mana?"lirih Risa. "Loe aman, loe masih di club."balas Kayvan. Risa melihat Kayvan dan langsung memeluknya erat. "Makasih loe udah nyelamatin gue."ucap Risa. "Bukan hanya gue yang nyelamatin lo.e ada papih gue, Deril,uncle Sam,uncle Tama dan uncle Restu, loe pasti aman, ceritakan apa yang terjadi?"tanya Kayvan sambil melepas pelukan Risa dan memakaikan jaketnya pada Risa. "Gue di jual di jadikan jalang oleh Nathan."ucap Clarissa sedih. "Kenapa bisa begitu?dia kan pacar loe."tanya Kayvan bingung. Risa hanya bisa terdiam dan menitihkan air matanya. "Ya sudah kalau loe belum bisa cerita gak papa, gue gak maksa."Kayvan menghapus air mata Risa. "Hai son, apa loe sedang bercinta?kenapa lama sekali."ucap Vano masuk ke dalam beserta yang lainya. "Papih ngaco banget deh."balas Kayvan kesal karna mereka mengganggu. "Mana bisa anak loe bercinta van., orang masih ingusan gitu, tontonanya aja film kartun."cibir uncle Sam. "Uncle jangan bikin malu gue donk, kan di sini ada gebetan gue."Kayvan manyun dan yang lain hanya tertawa sedangkan clarissa tersipu malu. "Sudah lah anak-anak,cepatlah pulang, hari sudah mau pagi."perintah uncle Restu. "Mentang-mentang guru mah disiplin."sindir Kayvan. "Ya lah gue kan guru teladan."uncle Restu menyombongkan diri. "Kami permisi pulang."pamit Deril dan Risa rumah mereka bersebelahan. "Hati-hati kalau ada apa-apa hubungi kami."ucap Vano. "Iya om."jawab mereka kompak lalu pergi. Kayvan memandangi Clarissa sampai tak terlihat lagi. "Jatuh cinta heum."cibir uncle Sam. "Iya."jawab Kayvan singkat. "The power of love."ucap uncle Tama terkekeh. "Tapi gue bangga nak, loe mau korbanin diri loe buat orang yang loe sayang."papih Vano memeluk Kayvan. "Apa gue masih ganteng pih?muka gue bonyok gini."ujar Kayvan. "Astaga baru aja keliat keren,gantel and cool, sekarang udah balik alay lagi."ucap Restu sambil geleng kepala dan yang lain hanya tertawa.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD