5. Kamu Juga Berhak Jatuh Cinta

1038 Words
"wahh keren bro!!lo udah mau berantem sekarang?"Jefri yang melihat wajah Kayvan memar saat masuk kelas. "Ngarang loe, gue masih cinta damai, ini cuma tanda perkenalan dari temen and cowoknya Risa."balas Kayvan. "Emang loe ngapain kok mereka gebugin loe."tanya Jefri. "Mereka nyuruh jauhin Risa, gue gak mau, gue bilang gue mau PDKT sama Risa."jawab Kayvan sambil duduk di kursinya. "Pantes loe di gebugin, jujur gitu sih."ucap Jefri. "Kita sebagai manusia harus jujur,gak boleh bohong."ujar Kayvan sok bijak. "Serah loe dah."sambung Jefri. "Clarissa kok belum masuk?"tanya Kayvan sambil menoel-noel bahu Dena. "Sakit."balas Dena singkat. "Sakit apa?"tanya Kayvan lagi. "Mana gue tau, dia cuma bilang sakit." "Harusnya loe nanya sakit apa?kenapa dan apa sebabnya."ucap Kayvan. "Ya udah loe aja yang nanya."ketus Dena. "Guew udah chat tapi gak di bales."Kayvan mencoba menelfon Risa. "Itu mah DL (derita lo)."Dena terbahak. "Ahh gue tau, Risa gak mau balas chat atau ngangkat telfon gue karena Risa pasti pengin di jenguk mau gue yang ganteng ini."ujar Kayvan denga PDnya. "PD banget sih loe."ucap Dena dan Jefri barengan. "Cieee....bareng, cieeee jodoh tuh."cibir Kayvan. "Apa sih loe gaje banget."seru Dena. "Gak usah urusin dia, kan emang gak jelas orangnya."sambung Jefri. ******** Pulang sekolah Kayvan datang ke rumah Risa. Rumah Clarissa sangat sederhana. "Permisi."seru Kayvan. "Iya nak, temen Risa yah?"tanya mama Clarissa saat membukakan pintu. "Iya tante, Clarissa ada?"tanya Kayvan sambil senyum-senyum. "Ada ayo masuk."mama Risa mengajak Kayvan masuk. "Ngapain loe ke sini."ucap Deril masuk ke rumah Risa. "Mau jenguk Risa."ucap Kayvan. "Kalian udah kenal?"tanya mama Risa. "Udah tan ini muka gue yang ganteng aja di giniin ma dia."ucap Kayvan sambil nunjuk Deril dengan dagunya. "Tukang ngadu loe."geram Deril. "Memangnya ada masalah apa?"tanya mama Risa lagi. "Dia itu anaknya songong tan, suka gangguin Risa."jawab Deril. "Enggak suer deh, gue kan di suruh jauhin risa, gue gak mau, terus di gebugin sama dia."timpal Kayvan. "Sudah-sudah, katanya pada mau jenguk risa kan?dia ada di kamarnya, tante buatin minum dulu."ucap mama Risa. "Oya ini tante buah buat Risa."Kayvan ngasih semangka dan nanas. "Loe orang gila yah, masa jenguk orang sakit nanas sama semangka."Deril tertawa sampai memeggangi perutnya. "Lah emank kenapa?kan enak seger...iya kan tan."ucap Kayvan. "Iya nak.trima kasih yah buahnya."mama Risa tersenyum. Deril berjalan ke kamar Risa dan Kayvan mengikutinya dari belakang. Saat deril mau masuk, Kayvan mendahului Deril. "Njirr sialan loe."seru Deril kaget. "Ya mangap.."ucap Kayvan santai mendekati risa yang sedang tertidur. Kayvan mengamati muka risa yang memar seperti bekas tamparan dan ada luka di lenganya juga. "Dia kenapa?"tanya Kayvan ke Deril. "Paling biasa."balas Deril. "Biasa gimana?"kata Kayvan bingung. "Bukan urusan loe."ucap Deril. "Gue suka sama Risa jadi gue berhak tau dong."kata Kayvan dengan PDnya. "Siapa loe, Risa aja gak anggep loe siapa-siapa."cibir Deril. "Bentar lagi juga gue bakal luluhin hati Risa."ucap Kayvan mantap. "Yakin banget loe."Deril tertawa mengejek. "Gue yakin dong, orang gantengan gue daripada loe and pacar Risa."kata Kayvan sambil menyisir jambul badainya ke belakang dengan jari. "Ngaca dulu loe mau dapetin Risa, orang loe aja gitu, lembek mana bisa ngrebut Risa dari Nathan."ucap Deril. "Kecil itu, yang penting Risa mau sama gue, urusan Nathan gue gak peduli."Kayvan memandangi Risa lagi. "Gak semudah bacot loe kalau loe mau sama Risa ya sana kalahkan Nathan dulu, kalau loe gak mampus duluan."Deril terkekeh. "Menarik, emang seperti apa Nathan?"tanya Kayvan. "Dia itu sadis, juara beladiri,sabuk hitam bro, kepala geng lagi."jelas Deril. "Cuma itu?"tanya Kayvan. "Belagu loe, emang loe gak takut?"Deril balik bertanya. "Gak lah, sama-sama makan nasi inich, kecuali dia makan batu sama besi, baru gue agak takut."ucap Kayvan. "Serah loe dah, gue udah kasih tau loe."ucap Deril. Kayvan hanya manggut-manggut. Mama Risa masuk ke kamar."Risanya tidur, mau di bangunin?"tanya mama Risa. "Gak usah tan."jawab Kayvan dan Deril bersamaan. "Apa sih loe ikutan."ucap Kayvan. "PD amat sih loe."cibir Deril. "Guew ganteng, jadi gue PD."balas Kayvan. Mama Risa hanya tertawa melihat kelakuan Kayvan. "Ya udah deh tan, gue pamit pulang dulu, takut mamih gue kangen."pamit Kayvan. "Loe anak mamih teryata."Deril tertawa. "Iya lah emang loe anak batu?"cibir Kayvan. "Sial loe udah sono loe pulang."Deril mengusir Kayvan mendorongnya keluar kamar Risa. "Deril gak boleh gitu."tegur mama Risa. "Gak papa tante, dia kan sirik Kayvan yang ganteng pamit dulu yah dah tante."ucap Kayvan berlalu pulang. Mamah Risa hanya bisa tertawa melihat Kayvan yang lucu. "Dia emang alien tan manusia aneh."ucap Deril. "Tapi tante suka dia anak yang baik dan jujur."balas mama Risa. Deril hanya terdiam. "Ini dari siapa mah?"tanya Risa saat bangun tidur melihat buah nanas dan semangka. "Dari temanmu."jawab mama Risa. "Tumben Deril bawa ginian."ucap Risa. "Bukan Deril tapi Kayvan kalau gak salah."balas mama. "Kayvan?"tanya risa bingung. "Iya temen kamu yang lucu dan ganteng itu."mama Risa terkekeh. "Owhh si anak aneh."gumam risa. "Kayanya dia suka sama kamu."ucap mama. "Gak penting mah,risa kan udah punya Nathan."balas Risa. "Tapi mama lebih suka Kayvan,dia terlihat baik,jujur dan tidak kasar." "Sudahlah mah,kita hutang budi dengan Nathan jadi ia lah yang terbaik."ujar Risa ragu. "Mama cuma pingin kamu bahagia nak,menjalin hubungan bukan hanya atas balas budi tapi juga cinta,itu akan lebih indah,kamu juga berhak jatuh cinta dan memilih orang yang kamu cintai nak."mama memeluk Risa. Clarisa hanya bisa terdiam. ****** "Mamih,anak ganteng pulang."teriak Kayvan. "Darimana aja loe?"tanya mamih Kayla. "Dari rumah calon mantu mamah,"balas Kayvan ketawa-ketiwi. "Pacar loe,maksudnya?"tanya mamih Kayla bingung. "Bukan mih tapi bentar lagi pasti bakal jadi pacar Kayvan, kan kayvan ganteng."ucap Kayvan. "PD banget loe,gantengan juga papih loe."cibir mamih Kayla. "Alakh...cuma beda rambut doang mih, papih kepanasan keseringan di jemur dulu waktu di hukum di sekolahan, makanya rambutnya pirang."ucap Kayvan. "Dasar ,papih loe bule tau." "Lagian papih curang, bule gak nurun ke Kayvan."gerutu Kayvan manyun. "Jadi sekarang dah ngakuin gantengan papih iya kan?"mamih Kayla tertawa. "Engga lah tetep Kayvan dong,gampang entar rambut Kayvan di warnain pirang biar sama kaya papih."ujar Kayvan. "Gak perlu udah hitam juga bgus, entar kalau sama pirang di kira anak kembar, kan papih loe masih keliatan muda." "Iya yah mih, gak lucu kan kalau kembaran sama papih."ucap Kayvan. "Iya dongbterus ngapain loe ke rumah gebetan loe."tanya mamih. "Jenguk mih, dia sakit."jawab Kayvan. "Terus loe bawa apaan ke sana?"tanya mamih khawatir karna biasanya selalu aneh. "Gue bawa buah nanas sama semangka mih."balas Kayvan. "Astaga Kayvan, harusnya bawa apel,anggur,pisang,alpukat atau apa kek, ini malah bawa nanas ma semangka."Kayla memijit keningnya. "Ya kan biar sembuh." "Dah emank aneh."ucap mamih kayla frustasi. Apa salah gw.."gumam Kayvan.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD