Setiap malam minggu di akhir bulan.
Orangtua Kayvan selalu berkumpul di rumah dengan sahabatnya yaitu Restu, Sam, Tama, Lusi dan Fanya.
"Van anak loe bikin gue setres."ucap Restu.
"Iya bener, crewet banget lagi."sambung Fanya.
"Untung kita gak jadi guru."timpal Sam di angguki oleh Tama dan Lusi sambil terkekeh.
"Mana gue tau dari sononya gitu,"balas Vano.
"Heh uncle and aunty tersayang bisa gak, jangan gosipin gue mulu, gue tau gue ganteng, makanya kalian tiap kumpul yang di bahas gue mulu."ucap Kayvan menuruni tangga menggunakan kaos oblong dan celana boxer bermotif spongbob.
"PD loe bisa di kurangin dikit gak?"tanya uncle Sam.
"Gak bisa uncle sam ini udah ukuran sesuai kadar kegantenganya semakin ganteng semakin PD."balas Kayvan.
"Loe kan ngakunya ganteng, masa malam minggu di rumah aja, gak laku ya."cibir aunty Lusi.
"Yee aunty Lusi mah gak tau ya?yang ngantri gue tuh banyak, cuma gue jual mahal biar keren."ucap Kayvan.
"Alah gaya loe. Naksir cewek aja, ceweknya gak mau, malah loe di cuekin mulu."sindir Kayla.
"Yang bener kay?anak loe bisa naksir cewek juga tuh."ucap Tama.
"Iya tapi ceweknya cuek plus udah punya cowok lagi."Kayla tertawa yang lain pun ikut tertawa.
"Mamih mah gitu, embar gak asik."Kayvan manyun.
"Udah sana malam mingguan, keluar pa gimana gitu, jangn di rumah mulu."perintah Restu.
"Ngusir nih ceritanya, mentang-mentang mau reuni ABG tua gitu."ejek Kayvan.
"Dasar bocah, sana pergi."usir Tama.
"Pih minta uang lagi dong pih,pengin beli kaset doraemon."rengek Kayvan.
"Kan kaset loe udah banyak."ujar papih Vano.
"Ya kan pengin lagi pih, kali-kali ada yang baru."
"Udah deh van, kasih aja biar cepet cabut."seru Sam.
"Ini pake kartu kredit aja, jangan boros-boros."Vano memberikan kartu kreditnya ke Kayvan.
"Makasih pih, cabut..." Kayvan girang sambil bersiap pergi.
"Terus loe mau pergi cuma pake boxer spongbob gitu?"tunjuk mamih Kayla.
"Astaga lupa mih, untung mamih bilang, bisa turun pasaran gue." Kayvan menepuk jidatnya.
"Pasaran kaya di jual aja."cibir Fanya.
"Gak boleh sirik mentang-mentang belum laku yah."Kayvan langsung kabur takut di amuk aunty Fanya.
"Anak lo kay, pengin gue tendang tuh anak."geram Fanya.
"Tendang aja gak papa."balas Kayla santai.
"Dahhh semua...!!orang ganteng mamingan dulu."pamit Kayvan toa.
Membuat yang lain menutup telinganya.
Kayvan menghentikan mobilnya saat melihat risa bertengkar dengan seorang cowok dan cowok itu bukan cowok kemarin.
Kayvan parkir di dekat Clarissa, kayvan penasaran apa yang mereka bicarain.
"Guew dah bilang kita putus."ucap Risa.
"Gak bisa dong ris, gue sayang sama loe."balas cowok itu.
"Nathan gue rasa semua udah jelas, kita udah putus."
"Apa karna Deril?loe suka dia kan?"tanya Nathan.
"Deril sahabat gue, gak usah bawa-bawa dia, kita putus karena sikap loe sendiri yang kasar dan emosian."jelas Risa.
"Guew berusaha berubah ris, tolong beri gue kesempatan."pinta Nathan.
"Gak bisa."Clarissa hendak pergi namun Nathan mencekalnya.
"Loe gak bisa pergi gitu aja, kita pacaran udah tiga tahun ris, gue cinta sama loe dan selama ini gue setia sama loe, apa loe mau hubungan kita sia-sia begitu aja."ujar Nathan.
Clarissa hanya terdiam.
"Tatap mata gue ris dan bilang kalo loe benar udah gak cinta gue lagi."perintah Nathan.
"Gue gak cinta loe."lirih Clarissa sambil menunduk.
"Loe gak bisa kan ris?itu tandanya loe masih cinta sama gue."Nathan mencium Clarissa.
Kayvan yang ada di mobil merasa panas seperti terbakar.
Kayvan pun pergi dari sana, memacu mobilnya kencang dan berhenti di penjual es buah.
"Mang es satu mangkok, buahnya gak usah."pesan Kayvan.
"Cuma es batu mas?gak pake buah sama sekali gitu?"tanya penjual es buah itu bingung.
"Iya mang buruan,panas neh."ucap Kayvan.
"Ini pesenanya."penjual itu meletakanya di meja.
Saat Kayvan sedang asik memakan es batunya, Deril tiba-tiba datang dan menonjok Kayvan.
"Apa apaan loe?"tanya Kayvan mengelap ujung bibirnya yang berdarah.
"Gue peringatin loe,jangan ganggu clarisa."ancam Deril.
"Emang loe siapanya risa?"tanya Kayvan.
"Guew sahabat dia dari kecil, gue gak akan biarin loe gangguin dia."Deril mencekram baju Kayvan.
"Guew gak peduli, guew suka sama Clarissa," balas Kayvan santai.
Deril pun langsung menghajar Kayvan namun Kayvan tak membalasnya sama sekali.
"Ayo lawan gue,apa loe banci."cibir Deril.
"Gak penting nglawan loe,"balas Kayvan.
"Teryata loe banci beneran yah."Deril menertawakan Kayvan yang sudah babak belur.
"Terserah loe mau bilang gue apa, gue gak peduli dan gue akan tetep deketin risa."tegas Kayvan.
Deril makin geram dengan Kayvan, ia hendak memukul Kayvan lagi namun tiba-tiba Clarissa dan Nathan datang.
"Stop!! Deril apa yang loe lakuin?"tanya Risa sambil membantu Kayvan berdiri.
"Gue lagi kasih pelajaran sama anak songong ini."balas Deril.
"Guew gak pernah ada urusan sama loe dan tiba-tiba loe dateng mukulin guebdengan alasan gue gak boleh gangu Clarissa, sangat lucu."Kayvan terkekeh.
"Apa kalian ributin cewek gue?"tanya Nathan.
"Gak gue cuma kasih pelajaran sama cowok ini."balas Deril.
"Iyaa kita ribut karna gue PDKT sama cewek loe,"ucap Kayvan.
"Berani sekali loe mau PDKT sama cewek gue."bentak Nathan.
"Gue udah bilang nih anak songong perlu di kasih pelajaran."sambung Deril.
Nathan dan deril menghajar kayvan.
Namun kayvan tetap tak membalas hanya menghindar dari pukulan.
"Hentikan...!!"triak Clarissa histeris.
Nathan dan Deril pun berhenti...
"Kalian gila! kalian mau bunuh orang?"bentak Risa.
"Kita hanya kasih pelajaran."ujar Nathan.
"Tapi gak gini."Clarissa kecewa.
"Guew gak papa."ucap Kayvan.
"Gakk papa gimana?loe bonyok gitu."ketus Risa.
"Guew rela apa pun demi loe."ucap Kayvan tersenyum.
"Njirr udah bonyok loe masih bisa senyum-senyum ngrayu cewek ge".geram Nathan marah.
"Gue gak ngrayu,gue bilang apa adanya."balas Kayvan.
"Udah mendeng loe sekarang pulang."Clarissa meminta Kayvan pulang.
"Baiklah gue pulang, see you."ucap Kayvan masih aja bisa tersenyum riang.
"Astaga dia makhluk apa?udah songong,gak tau malu dan masih aja senyum-senyum walaupun dah bonyok gitu."gumam Deril.
"Loe gak boleh deket-dekat sama dia ris, gue gak suka."ucap Nathan protektif.
"Guew gak pernah deket sama cowok manapun selama sama loe."balas Risa.
"Ingat kalau loe macem-macem gue bisa hancurin keluarga loe."ancam Nathan.
"Woii bro gak usah ngancem Risa gitu dong."sergah Deril.
"Bukan urusan loe."bentak Nathan kemudian pergi ninggalin Risa dan Deril.
"Guew heran sama loe ris,masih aja sama Nathan,padahal dia kaya moster gitu over Clarissa."seru Deril saat Nathan sudah pergi.
"Guew bisa apa? gue cinta sama dia."ucap Clarissa.
"Guew yakin loe bakal dapet yang lebih baik dari dia ris, lupain kenangan loe, loe bukan cinta tapi balas budi menurut gue."ujar Deril.
Clarisa hanya bisa terdiam.
******
"Mamih,papih....kayvan pulang."triak Kayvan.
"Wow..."ucap mereka semua bersamaan saat melihat Kayvan babak belur.
"Guew sakit bonyok gini kalian cuma bilang wow...?"tanya Kayvan sebal.
"Loe habis nyungsek di mana?"tanya uncle Restu.
"Habis di gebukin, bukan nyungsek, gak keren banget nyungsek."ucap Kayvan duduk di samping mamihnya.
"Siapa yang berani gebukin loe?"tanya uncle Tama.
"Mau kita bantuin bales?"sambung uncle Sam.
"Gak usah uncle, gue aja gak bales pas di gebugkin."ucap Kayvan yang meringis saat di obatin mamih Kayla.
"Bagus, pinter anak papih, gak usah bales gebugkin, bunuh aja sekalian."geram papih Vano.
"Huzz papih ngajarin anaknya yang polos dan ganteng ini ngebunuh itu gak baik pih."balas Kayvan.
"Anak lo lempeng van."cibir aunty Lusi terkekeh.
"Emang masalah apa sampai loe di gebugkin gini?"tanya mamih Kayla.
"Guew lagi makan es terus sahabat gebetan gue dateng nonjok gue tiba-tiba, ngancem gue jauhin tu cewek, gue gak mau malah di gebukin."jelas Kayvan.
"Terus loe diam aja gak bales sama sekali?"geram papih Vano.
"Gak lah pih, males berantem terus cewek yang gue taksir dateng sama cowoknya ikut gebugin gue tuh cowoknya."ucap Kayvan.
"Kok bisa?"tanya uncle Sam penasaran.
"Karna gue bilang mau PDKT sama ceweknya."jawab Kayvan polos.
"Dasar, ya jelas lah loe di gebugin sama cowoknya gebetan loe, orang loe jujur mau PDKT sama ceweknya."gemas aunty Fanya.
"Anak loe van kelewat jujur dan polos atau kelewat bego."ucap Tama ikut gemas.
"Id malah ngatain gue sih." Kayvan cemberut.
"Tapi gak papa sih, loe bonyok gitu, biar gak kepedean sok ganteng."ucap uncle Sam tertawa mengejek.
"Ok kalian jahat, fix gue tidur." Kayvan beranjak masuk ke kamarnya.
"Ya udah sono tidur."usir uncle Restu.
Kayvan pun masuk kamarnya.
Pertama kali jatuh cinta pandangan pertama langsung sakit hati pula, nasib orang ganteng harus banyak sabar."ucap Kayvan dalam hati