Kayvan tak seperti biasanya berada di kelas sepagi ini.
"Tumben loe?ngimpi apa semalam, jam segini udah di kelas."sindir Jefri.
"Gak boleh gitu? temen jadi baik kok di sindir harusnya di dukung dong."balas Kayvan.
"Apa jidat loe kepentok makanya loe jadi rada bener?"Jefri tertawa terbahak.
"Mau loe apa? gue berangkat siang salah, berangkat pagi salah. Kenapa gue selalu salah di matamu."ucap Kayvan mendramatisir.
"Njirr najis loe."Jefri menoyor kepala Kayvan gemas dengan expresinya yang sok menderita.
"Pagi Clarissa."sapa Kayvan tersenyum lebar saat Clarissa masuk.
Namun Clarissa cuek tak membalas sapaan Kayvan.
Jefri pun terbahak melihat Kayvan di cuekin.
"Apakah itu teman yang baik?tertawa di atas penderitaan orang."ucap Kayvan kepada Jefri.
"Loe pantes dapetin itu kayv."Jefri tak berhenti tertawa, Kayvan pun tak mempedulikan Jefri.
"Ris..ris.. Clarissa."Kayvan menoel-noel punggung Clarissa.
Clarissa tetap cuek seolah menganggap Kayvan itu tidak ada.
Tak habis akal, Kayvan pun membawa kursinya ke sebelah Clarissa."Hallo."Kayvan menggerak-gerakan tanganya di depan Clarissa.
Clarissa tetap diam tak bergeming.
"Berasa ngomng sama es balok yah."gumam Kayvan sambil meniup-niup rambut Clarissa.
"Apaan sih loe."ketus Clarissa gemas dengan kelakuan Kayvan yang gak ada habisnya mengganggu.
"Ahh akhirnya loe jawab juga, berarti kalau mau ngajak loe ngomong harus di tiup dulu yah."ucap Kayvan sambil tertawa.
"Bisa gak? Kalau loe gak ganggu gue."kata Risa sinis.
"Gak bisa."jawab Kayvan cepat.
"Mau loe apa sih!"seru Risa emosi.
"Semalam itu cowok lor yah?"tanya Kayvan.
"Kalau iya kenapa?"balas Risa datar.
"Berarti tipe loe yang bad boy yah??yang good boy kaya gue,loe gak suka??"tanya Kayvan dengan PDnya.
"Good boy apaan loe."cibir Dena saat baru saja masuk.
"Ihss loe gak usah ikutan deh, gue lagi PDKT nih."ucap Kayvan.
Jefri dan Dena langsung tertawa terbahak karena Kayvan bilang lagi PDKT.
Kayvan tak pedulikan temanya, fokus kembali ke Clarissa.
"Ris cowok loe jelek putusin aja,lagian gantengan gue kemana-mana."ucap Kayvan sambil menyisir jambulnya dengan jari.
"Pd loe."jawab Clarissa dingin.
*******
"Anak-anak!! duduk di tempat kalian masing-masing."perintah pak Restu guru olahraga yang baru saja masuk.
Kayvan masih tetap di samping Risa memandanginya seolah tanpa berkedip.
"Kayvan, kembali ke tempatmu."ucap pak Restu.
Namun kayvan tetap saja memandangi clarisa.
Pak Restu menjewer telinga Kayvan." Kembali ke tempat kamu."
"Ihh uncle ganggu aja sih, kaya gak pernah muda aja."gerutu Kayvan sambil memegangi telinganya.
"Panggil saya pak Restu."ucap Restu.
"Lupa, pak tanggung jawab kalau sampai telinga gue jadi panjang sebelah kaya kelinci gimana."ucap Kayvan.
"Kalau gitu saya jewer lagi telinga kamu yang satunya biar gak panjang sebelah."geram Restu.
"Jangan dong pak, nanti kegantengan gue berkurang, masa ganteng-ganteng telinganya kaya kelinci."Kayvan memegangi kedua telinganya.
"Papih kamu dosa apa yah?sampai anaknya ngeselin kaya kamu."ucap Restu geram.
"Dosa papih banyak, pak Restu yang lebih tau, kan dosa kalian sebelas duabelas imbang, orang kalian ngelakuinya bareng."ujar Kayvan santai.
"Kalau loe bukan anak vano,udah gue bejek-bejek loe." Pak Restu hilang kesabaran.
"Pak guru gak boleh ngomong gitu, itu mencotohkan perbuatan gak baik,seharusnya guru kan mencotohkan yang baik-baik,"balas Kayvan.
"Serah loe dah."ucap restyu frustasi dan memulai materi pelajaran olahraganya.
Saat istirahat Kayvan seperti biasa mengikuti Clarissa.
"Apa sih!gak bosen bosenya ganggu?"ucap Dena.
"Gue gak ganggu, orang gue mau ke kantin."balas Kayvan.
"Ris duduk sana ja yuk yang dua bangku, biar mahluk astral gak ngikut mulu."ajak Dena, clarisapun mengangguk.
Kayvan tak habis ide, ia menarik satu kursi untuk duduk.
"Ngapain loe!"seru Dena.
"Duduk lah,ngapain lagi."
"Loe bisa duduk di tempat lain. Ngikutin mulu sih."kesal Dena.
"Gue juga duduk di tempat lain,gak dudukin tempat loe."ucap Kayvan.
"Sudah lah."Clarissa menengahi perdebatan Dena dan Kayvan seperti biasa.
"Pesen mang."teriak Kayvan.
"Toa loe di kondisikan."sinis Dena menutup telinganya.
Namun Kayvan tak peduli.
"Iya mas pesen apa?"tanya mang Tarno.
"Pesen bakso yang kecil semua ya mang,biar dapat banyak, pake mie putih terus mi kuningnya satu helai aja, biar sebatang kara."pesan Kayvan.
"Terus neng bedua pesan apa?"tanya mang Tarno kepada Dena dan Risa.
"Kayak biasa aja mang."ucap Dena.
"Esnya juga biasa neng?"tanya mang Tarno.
"Iya mang."
"Kalau mas apa?"tanya mang Tarno.
"Gue es teh di kasih bunga melati ya mang biar wangi."ucap Kayvan.
"Melatinya gak ada mas."ucap mang Tarno sambil garuk tengkuknya yang gak gatal.
"Tenang mang, gue udah petik melatinya di taman depan."Kayvan mengeluarkan bunga melati dari saku bajunya lalu memberikannya ke mang Tarno.
Mang Tarno pun mengambilnya lalu pergi.
"Makhluk apa ini sebenarnya."bisik Dena ke Risa.
"Alien kali."bales Risa yang merasa aneh dengan sifat Kayvan yang unik.
"Kalau gue alien, gue culik loe buat di bawa ke planet gue."ucap Kayvan.
Risa dan Dena tak menanggapi Kayvan.
"Ini pesenanya."mang Tarno meletakan pesanan mereka.
"Pak ini kok mie kuningnya ada dua?kan tadi gue pesenya satu biar sebatang kara."ujar Kayvan.
"Kecebur kali mas."ucap mang Tarno.
"Mungkin saudranya kembarnya kali ya mang jadi gak mau pisah terus ikut nyebur deh."ucap kayvan sambil manggut-manggut.
Mang tarnyo hanya nyengir.
"Dasar alien."cibir Risa ikut gemas dengan sifat Kayvan.
"Trima kasih, panggilan sayangnya bagus, alien." Kayvan memakan baksonya.
Clarissa bergidig ngeri.
"Segar, harum..."Kayvan asik meminum es teh plus bunga melatinya.
"Sekalian aja makan tuh bunga."ucap Dena.
"Sirik pengin yah?"
"Ogah gue masih waras, gak aneh kaya loe."sahut Dena.
"Kalau mau minta gak usah malu,besok gue bawain."
"Sorry banget yah, ayo pergi ris."Dena mengajak Risa pergi.
Clarisa berdiri mengikuti Dena.
"Gue tungguin dong!!"seru Kayvan.
"Bodo."ucap Risa dan Dena bersamaan.
Pergi meninggalkan kayvan sendiri.
********
Pulang sekolah clarisa sudah di jemput Deril sahabat Risa dari kecil.
"Dah lama nunggu?"tanya Risa ke Deril.
"Baru aja kok."Deril tersenyum dan mengacak pelan rambut Risa.
Risa pun tersenyum.
Kayvan yang melihat itu merasa kesal.
"Sama gue aja ngomong pelit nah itu senyum-senyum segala."gerutu Kayvan.
Kayvan berjalan ke arah parkiran.
"Ini sekolah, bukan tempat pacaran."cibir Kayvan saat lewat depan Risa dan Deril.
"Itu cowok semalam kan ris?"tanya Deril ke Risa.
"Iya,udah ayo pulang gak usah urusin dia."ajak Risa.
"Songong banget tuh anak, gue kasih pelajaran aja ris biar kapok gak ganggu loe mulu."geram Deril.
"Serah loe dah, ayo pulang."
"Ya udah ayo."Deril memberikan helmnya ke Risa kemudian pergi.
Sedangkan Kayvan cemberut melihat Deril dan Risa dari tadi di dalam mobilnya.
********
"Mamih....!! Kayvan ganteng pulang."rutinitas Kayvan saat pulang.
"Bisa gak sih, sehari aja loe gak teriak-teriak kalo pulang."kesal Kayla.
Kayvan masuk sambil cemberut.
"Kenapa muka loe di tekuk gitu?"tanya mamih Kayla.
"Guew lagi sebel mih."rengek Kayvan.
"Akhirnya ada juga yang bisa bikin loe sebel,emank enak?"ucap mamih Kayla sambil tertawa senang.
"Mamih gak asik ih,masa anaknya sebel malah seneng."Kayvan tambah manyun.
"Siapa orang hebat yang bisa bikin loe sebel,mau mamih kasih hadiah."Kayla masih menertawakan Kayvan.
"Mamih jahat, kenapa sih mih, cewek-cewek suka cowok yang bad boy,termasuk mamih, kan menyebalkan."ucap Kayvan.
"Oh...teryata soal cewek? wah anak mamih sedang jatuh cinta neh."ledek Kayla.
"Jatuh cinta apaan?udah jatuh ketimpa tangga lagi."ucap Kayvan.
"Emang kenapa?"tanya mamih Kayla penasaran.
"Iya lah mih, suka cewek tapi cuek gak pernah anggep Kayvan, terus dia udah punya cowok lagi. Kan gak asik, cinta bersemi pupus lagi."jelas Kayvan.
Kayla makin ngakak dengan kelucuan anaknya yang super ajaib itu.
"Mamih tega tertawa di atas penderitaan anakmu yang ganteng ini."ucap Kayvan mendramatisir.
"Habis loe lucu kalo loe suka perjuangin donk, jangan pernah menyerah dan tetaplah jadi diri sendiri."kata mamih Kayla sambil memeluk Kayvan.
"Makasih mih, Kayvan akan perjuangin dia, walaupun di abaikan berkali-kali."ujar Kayvan.
"Cewek seperti apa yang bisa taklukin anak mamih yang menyebalkan ini?"tanya Kayla.
"Dia cewek cantik dingin tak tersentuh mih, dia berbeda."ucap Kayvan.
"Tumben loe ngomong lempeng kaya yang bener aja."cibir mamih Kayla.
"Gue lagi serius neh, ahh mamih gak bisa gitu, drama dikit biar kaya di tipi-tipi.."ucap Kayvan sebal.
"Ahh sudah sana, ganti baju terus makan,istirahat."perintah mamih.
Siap bos."Kayvan pun beranjak ke kamarnya.
"Loe emang anak baik dan penurut nak, walaupun sangat crewet dan menyebalkan, mamih berharap semoga loe tetap begitu, mamih takut loe hidup seperti papih loe, dengan kekerasan dan dunia hitam , jangan sampai ada yang bangunin jiwa iblis keturunan Altair."doa Kayla dalam hati.