Di lain tempat di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, tepatnya berada di kawasan puncak, tempat Amira diculik. Begitu terbangun dari pingsan nya Amira sangat ketakutan mendapati tangan dan kakinya terikat, matanya ditutup kain hitam, sedangkan mulutnya tertutup lakban. Ketika mendengar suara langkah kaki mendekat, Amira mencoba tetap tenang. Walaupun tidak bisa dipungkiri tubuh nya gemetar. Langkah itu berhenti didepan nya, dan melepas lakban itu dengan kasar, hingga membuat Amira meringis sakit. "Ini hukuman karena lo telah merebut calon suami bos kami, wanita Munafik!" Itu suara perempuan, tetapi siapa Amira tidak tahu, karena matanya tertutup. "Siapa bos kalian? Apakah calon suami yang dimaksud itu adalah Aa Kemal?" Amira ingin tahu siapa bos yang perempuan ini sebut, dan se

