Matahari yang mulai menampakkan sinarnya membuat mereka semua memutuskan untuk pulang. Selain panas, rasa tidak nyaman juga menggelayuti diri atas tatapan para kaum hawa. Kemal menggenggam tangan Amira, sedangkan Amara berada di tengah antara Bima dan Angga. Berjalan santai sambil mengobrol di sepanjang jalannya, setelah membungkus makanan untuk sarapan mereka. Niatnya mereka ingin makan ditempat, tetapi tatapan para kaum hawa membuat mereka menjadi risih, dan memilih memakannya di rumah saja. Setelah sampai di rumah, mereka mulai membuka sarapannya. Kali ini mereka makan dengan tenang, karena Angga dan Bima harus segera pergi, entah untuk urusan apa. Sedangkan Amara akan berada di rumah Amira sampai Bian menjemputnya sore nanti. Sarapan yang telah selesai membuat mereka membubarkan di

