Sinar matahari yang begitu terik mampu dihalangi oleh rimbunnya pepohonan di sepanjang jalan yang dilewati oleh Amira. Ia terus berlari dan sesekali berjalan untuk menetralkan napasnya tanpa berhenti. Jika dihitung mungkin sudah sekitar 15 kilometer ia berlari dari tempatnya disekap. Amira sama sekali tidak menemukan rumah maupun pemukiman di sepanjang jalannya, membuat perasaannya semakin takut. Sempat Ia berpikir menyesal telah kabur dari para penculik itu, karena bagaimanapun mereka semua perempuan dan tidak menyakitinya. Bahkan mereka memperlakukannya dengan baik, hanya ucapan mereka yang selalu ketus. Matahari telah terbenam lumayan lama, membuat jalan yang dilaluinya menjadi gelap. Amira berjalan dengan diterangi cahaya bulan. Ketika Amira melihat cahaya lampu kendaraan, Ia akan

