Keisha tak percaya sahabatnya itu benar-benar hamil. Pantas tadi mengatakan soal pernikahan. Ternyata ini alasannya. Dia terus melihat Hana yang masih saja terlelap. Agak kasihan juga melihatnya. Menurut ia sendiri, Hana bukan suka ataupun mencintai Raka. Temannya itu hanyalah terobsesi. Obsesi yang berlebihan. Tadinya dia kira akan kuliah bersama dan menggapai mimpi bersama. Takdir malah menggariskan hal lain. Menikah, di rumah dan mengurus anak. Di usia muda lagi. Keisha yang memikirkannya saja sudah pusing, bagaimana Hana yang mengalaminya nanti? Dia memijit kening, tanpa sadar Hana ternyata sudah sadar, berusaha duduk. "Aduh, kepala gue…" ringis Hana. "Segitunya lo suka sama si Raka? Atau cinta? Cinta mati? Gitu?" cecar Keisha dengan nada tidak suka. "Kenapa lo tiba-tiba ngo

