Hana bingung. Antara harus jujur atau berbohong. Kalau nanti Keisha berbalik tidak mau berteman dengannya bagaimana? Kalau nanti berita kehamilannya tersebar di seluruh penjuru sekolah, sudah pasti dia akan dicemooh saat hari kelulusan nanti. "Han, denger?" tegur Keisha. "Denger apa?" Keisha meletakkan kasar sendok yang dia pegang. "Tadi sebelum makanan dateng, lo ngomong apa, Han?" "Enggak. Gak jadi gue," Hana mengambil satu sendok, tanpa rasa bersalah dia menciduk nasi serta lauk milik Keisha. "Ye, beli sendiri napa." Keisha mencebikkan bibir. "Kalau gue beli, nanti Ayah nyangkanya gue nggak menghargai masakan wanita itu." "Lo masih nggak mqau makan masakan dia? Sini bawa ke gue. Kita barter." "Besok. Sekarang biarin gue makan dengan tenang," "Ini makanan punya gue,

