Chapter 90: Maaf

2013 Words

Keisha sudah siaga tiga ketika Hana mulai memasuki ruangan di mana Chesa berada. Dia tanpa henti menghasut Hana agar tidak membuat keributan seperti yang sebelumnya. Lain dengan Tania, dia mengekori dari belakang bahkan terus memanas-manasi Hana. Keisha geram dan ingin sekali menabok mulut Tania. Suasana yang tadinya ramai karena banyak muid berbincang-bincang serta bercanda ria, sekejap ramai kala Hana menggebrak meja. Chesa meremas kertas buku yang tadinya ia baca. Ada apalagi ini? Perasaan dia tidak membuat kesalahan sama sekali. Dia menelan berat salivanya. "Ada Chesa di sini?" tanya Hana dingin sekaligus dengan ekpresi sulit dijelaskan. "Itu, Kak." salah satu murid perempuan menunjuk ke arah Chesa. Tubuh Chesa menegang. Dia bisa merasakan, seluruh pasang mata memperhat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD