Hana kesal melihat Mereka duduk berhadapan. Yang lebih menjengkelkan lagi, Parasit itu menangkup rahang Raka. s**l! Harusnya dia yang ada di sana. Dia hendak memanggil Raka, tapi Hana dengan spontan menggelengkan kepala. Tidak. Raka pasti akan marah padanya sama seperti beberapa hari lalu. Melihat pintu apartemen terbuka, Hana segera masuk. Mereka sangat fokus sekali hingga tidak menyadari kehadirannya. Tapi syukurlah. Kan, Hana bisa melihat-lihat dalam apartemen. Dia memerhatikan setiap sudut ruang itu, tidak ada yang spesial. Biasa saja layaknya ruang tamu. Kaki jenjangnya lanjut melangkah ke dapur. Ada sebuah alat penggorengan yang terletak di atas kompor. Tanpa berpikir pun Hana tahu siapa yang baru saja memasak. "Awas aja, gue bakal buat makanan yang lebih enak daripada d

