"Bayi dan Ibunya sehat-sehat saja. Kehamilannya rentan. Jangan buat dia stres memikirkan sesuatu dan biarkan dia istirahat yang cukup." "Usia kandungannya berapa bulan, Dok?" "Satu bulan lebih tiga minggu." "Satu hal lagi. Setiap bulan ajak dia ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungannya." Setelah berbincang-bincang dengan Dokter itu, Raka duduk di samping brankar Hana. Ia menatap Cewek tersebut cukup lama. Hingga kelopak mata itu berkedip. "Raka? Kok aku ada di sini?" Hana beringsut duduk. Dia memegang kepalanya yang terasa pening. "Ayo pulang," Raka berdiri. Dia mengulurkan tangan. Dengan senang hati Hana menerima uluran tangan itu. Dia perlahan berjalan dituntun oleh Raka. Belum benar-benar keluar dari rumah sakit, Hana berhenti. Raka memberi tatapan penuh tanya. “Capek,”

