Tiga puluh tiga

1366 Words

Bima dan Bu Vero ada di sana ketika aku membuka mata, mereka berdua tersenyum. Bu Vero bahkan meremas tanganku, ada sedikit air mata di sudut matanya. Aku ingin mencoba tersenyum, tapi wajahku kaku. Menggerakan tangan, kutarik selang yang mengalirkan oksigen ke hidung, lalu meraba sedikit wajahku, kurasakan ada bekas jahitan yang lumayan panjang di pelipis. "Bekasnya bakal hilang kok, itu kata dokternya." Ucap Bu Vero, menghibur. Aku berusaha mengangguk namun yang terjadi hanya sebuah gerakan kaku. Lalu kulirik Bima, ia masih tersenyum miring. Banyak sekali pertanyaan yang ingin kuajukan padanya, tapi tidak jika ada Bu Vero. "Bu?" Suaraku parau, Bu Vero langsung mendekat. "Kenapa Bran? Kamu mau sesuatu?" Aku menggeleng, "Kamu mau ngomong berdua sama temenmu ini ya?" Aku tersenyum.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD