Trinity "Suster, saya mau liat pasien yang datang sama saya!" Pintaku. "Sebentar dulu ya Mbak, ini belum selesai." Ujar perawat yang sedang menutup luka-lukaku. Sumpah, luka ini tuh gak ada apa-apanya. Aku cuma baret di beberapa bagian, sedangkan Mas Bran? Ya Tuhan, aku bahkan gak tahu dia masih ada atau engga. Air mataku mengalir, meski berhari-hari ke belakang aku sudah menangis, rasanya air mata ini tak bisa kering. Aku b**o banget, aseli. Rasa ingin tahuku soal Mas Bran malah bawa aku ke orang super jahat! Aku nyesel gak dengerin omongan Mas Bran. Dan sekarang, kami berdua berakhir di tempat seperti ini, dan kondisi Mas Bran lebih parah. Tadi kami dibawa oleh dua orang pria dengan sebuah mobil. Tapi sebelum meninggalkan tempat mengerikan itu, ada beberapa orang yang datang, enta

