Jantungku berdebar kencang saat mendengar berita dari Bu Veronica. Fahri kembali ke panti setelah bertahun-tahun menghilang. Gosh, doaku cuma satu, dia tidak mengacau di sana. Tidak melukai Bu Veronica ataupun adik-adik. Kuminta Pak Giyanto menyetir lebih cepat, agar aku bisa memastikan kondisi keluargaku yang ada di panti. Di sampingku, tangan Trinity kugenggam erat. Ia tak banyak bicara, mungkin dia melihat kepanikan di wajahku atau apa. Dia hanya diam, membuatku sedikit tenang. Aku sebenarnya gak mau Trinity ikut. Tidak mau ia terlibat dalam hal yang berhubungan dengan Fahri. Terlalu bahaya. Akhirnya kami sampai di panti. Aku langsung bergeser, menghadap Trinity dan memberikan arahan padanya. "Kamu tunggu sini, jangan ikut masuk ya?" "Kenapa?" "Kan tadi janjinya mau nurut, jadi

