“Tuan yakin, tidak mau sewa apartemen saja?” Rangga menghela napas lelah. “Pertanyaan ke sepuluh yang sama di hari ini.” “Tapi Tuan, di apartemen kan lebih nyaman dan aman ....” “Pak, aku sudah bilang, jangan panggil tuan. Panggil mas atau apa kek.” Rangga menurunkan barang-barangnya dari mobil dibantu Pak Dibyo. Pak Dibyo menggeleng. “Nggak bisa. Sudah kebiasaan.” “Ya udahlah terserah.” Rangga lanjut memindahkan barang ke kosan barunya. Ya, hari ini, ia akan mulai tinggal di sebuah kosan yang tidak terlalu jauh dari kampus. Kos-kosan khas untuk mahasiswa. “Kalau di apartemen, saya bisa sewa pembantu rumah tangga, jadi Tuan nggak perlu khawatir,” Pak Dibyo sepertinya masih belum ingin menyerah. Ia jelas menolak keputusan Rangga yang lebih memilih tinggal di kosan daripada di aparteme

