“Astaga! Gila, parah, sumpah!” Taufiq hanya terkekeh mendengar gerutuan kesal dari Rangga yang entah ke berapa kalinya hari ini. “Sabar, sabar, besok udah terakhir ospek” Rangga membuang napas kasar. “Kesel banget gue! Kok, kayaknya para senior itu suka banget bikin gue menderita? Kenapa gue mulu coba yang dijadiin iinceran mereka?” “Makanya, Ga. Jadi orang tuh jangan suka tepe-tepe,” sahut Doni, teman baru Rangga di jurusan yang sama. “Apaan tepe-tepe?” tanya Rangga bingung. Taufiq pun hanya mengedikkan bahu tak mengerti. Doni berdecak. “Tebar pesona! Paham, lu?” “Siapa yang suka tebar pesona, anjir. Udah ganteng dari sononya mau gimana lagi?” “Subhanallah ... sombong kali manusia satu ini.” Doni geleng-geleng kepala. “Makanya ya Ga, coba kegantengan lu sini bagi-bagi ke gue.”

